NABIRE – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Dogiyai mempertanyakan penetapan calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) terpilih menurut partai politik. Karena, jika dirunut berdasarkan perolehan suara di Daerah Pemilihan (Dapil) III Dogiyai, seharusnya PKS mendapat 1 kursi tetapi ternyata tidak demikian.Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKS Kabupaten Dogiyai, Vincent L Dogomo pekan lalu di Nabire, mengatakan bingung dengan penetapan calon legislatif terpilih. Karena berdasarkan urutan partai pemenang, seharusnya PKS mendapat 1 kursi. Seharusnya kader PKS atas nama Apiner Semu, sebagai calon yang meraih suara terbanyak diantara calon legislatatif dari PKS, ditetapkan sebagai calon terpilih. Tetapi ternyata tidak, saat KPU Dogiyai menetapkan calon terpilih. Oleh karena itu, bingung sebab calon dari partai lain yang suaranya rendah dari suaranya Apiner Semu bisa ditetapkan sebagai calon terpilih.Dogomo mengungkap, partai pemenang di Dapil III Dogiyai adalah Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dengan meraih 6.869 suara. Posisi kedua dan ketiga direbut Partai Demokrat dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan masing-masing 5.207 suara dan 4.498 suara. Sedangkan Partai Golkar dan Partai Nasional Demokrat (NasDem) sebesar 3.138 suara dan 2.729 suara. Sementara, PKS berada di posisi tujuh dengan modal 1.629 dibawah Partai Garuda yang mendapat 2.326 suara.Menurut Vincent Dogomo, KPU Kabupaten Dogiyai dalam menetapkan calon terpilih, ternyata ada calon legislatif dari partai lain yang jumlah suaranya kurang dari suara yang diraih Apiener Semu dari PKS, justru lebih banyak. Tetapi, dalam penetapan calon terpilih, jatah kursi dewan yang seharusnya bagi PKS, malah PKS tidak mendapat kursi sama sekali.Oleh sebab itu, Ketua DPC PKS ini mengatakan, tidak mengerti dasar pembagian dan penetapan calon terpilih oleh KPU Dogiyai. Karena, kalau diurut berdasarkan partai perolehan suara terbanyak di Dapil Dogiyai, seharusnya PKS mendapat 1 kursi dan kursi tersebut diraih Apiner Semu. (ans)