Pj Gubernur Ribka launching Stunting Anak Baduta dan Ibu Hamil di Yaur
NABIRE – Program stunting di Provinsi Papua Tengah dilaksanakan Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Provinsi Papua Tengah dalam program bebas stunting di Kabupaten Nabire. Program akan berlanjut hingga mencakupi 8 kabupaten yang berada di wilayah Provinsi Papua Tengah untuk membebaskan angka stunting anak baduta dan ibu hamil dan masyarakat di wilayah Papua Tengah.

NABIRE – Program stunting di Provinsi Papua Tengah dilaksanakan Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Provinsi Papua Tengah dalam program bebas stunting di Kabupaten Nabire. Program akan berlanjut hingga mencakupi 8 kabupaten yang berada di wilayah Provinsi Papua Tengah untuk membebaskan angka stunting anak baduta dan ibu hamil dan masyarakat di wilayah Papua Tengah.
Program stunting Dinkes PPKB Papua Tengah itu dilaksanakan di Puskesmas Wami, Distrik Yaur, Jumat (06/10/23). Kegiatan dihadiri Pj Gubernur Papua Tengah, Dr. Ribka Haluk, S.Sos., M.M, Bupati Nabire, Mesak Magai, S.Sos, M.Si, Kepala Distrik Yaur, Dandim 1705/Nabire, Letkol Inf Doni Firmansyah, M.Han, Kapolres Nabire, AKBP I Ketut Suarnaya, S.I.K., S.H, Plt Kadinkes PPKB Papua Tengah, dr. A. Silwanus Samule, Sp. OG (K), Kabid Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana KB Provinsi Papua Tengah, Onesimus Bonay, SKM.M.Kes dan tamu undangan lainnya.
Plt Kadinkes PPKB Papua Tengah, dr. A. Silwanus Samule, Sp. OG (K) dalam sambutannya mengatakan, hari ini kita akan mulai lagi dengan kegiatan di Distrik Yaur Kampung Wami tepatnya di Puskesmas Wami. Kegiatan–kegiatan yang akan dilakukan di Puskesmas, pertama, akan menyaksikan pemberian makanan tambahan kepada anak Baduta dan Ibu Hamil dan intervensi akan dilakukan dalam waktu 3 bulan kedepan.
Sementara itu, Pj Gubernur Ribka Haluk dalam sambutannya mengatakan, Pemerintah Provinsi Papua Tengah tambah memberikan bobot untuk percepatan. Dirinya mengatakan jika di waktu sebelumnya ada kendala–kendala sehingga target tidak terpenuhi. Namun dengan hadirnya provinsi, pihaknya tambah memberikan support.
“Kita akan tetap melakukan intervensi program dan kita tidak berubah program, tidak berubah sasaran, tidak berubah strategi. Kami pemerintah akan tetap memberikan suport, dukungan dan bobot,“ ujarnya.
Dirinya mengakui, beberapa bulan ini memang ibu gubernur sering sibuk di luar kota untuk mencari uang agar bagaimana caranya ada pendapatan.
“Selama ini banyak pemerintah berfikir untuk konsumtif, apa yang ada itu yang kita pakai yang diberikan oleh pusat. Tapi sesungguhnya kalau rumah tangga itu mau sejahtera, kita harus mencari dulu. Karena ada berkat ada uang baru kita bisa membuat program. Hari ini bisa saya pastikan kita Provinsi Papua Tengah punya pendapatan tinggi secara nasional dan sudah masuk 5 besar secara nasional. Dan kita mengalahkan 34 provinsi yang sudah tua secara nasional. Luar biasa Provinsi Papua Tengah, sehingga sekarang saya bisa tenang. Karena kita punya pendapatan sudah cukup dan kami sudah menghasilkan. Dan hari ini kita memberikan Rp 1.000.000 intervensi kepada satu anak stunting per bulan, ditambah dengan ada program–program lain,” ujar Pj Gubernur Ribka Haluk. (rob)
Bagikan artikel ini



