NABIRE - Sejumlah petugas medis pada Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Siriwini Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, Rabu (5/03/2025), kembali menggelar aksi menuntut hak-hak mereka. Bila dalam sepekan ini tidak terbayarkan, mereka (para petugas medis, red) ancam mogok (stop) kerja.

Ada beberapa hak-hak mereka, seperti BPJS, insentif dan lain-lain yang belum terbayarkan oleh pihak BLUD RSUD Nabire, sementara selama ini mereka telah bekerja melayani masyarakat.

Ketika para petugas medis ini mengantarkan aspirasi mereka ke pihak Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Nabire untuk meminta agar pihak DPRK membantu mencari solusi atas dana dari beberapa program tersebut, pihak

DPRK menerima aspirasi mereka dan dibahas bersama terkait persoalan tersebut dengan pihak rumah sakit.

Adapun hasil dari pertemuan yang berlangsung di Ruang Bamus DPRK Nabire itu, untuk pembayaran petugas medis tersebut dananya belum cukup secara keseluruhan dan baru akan siap dibayarkan senilai Rp2,8 miliar.

Dana senilai itu, menurut pihak RSUD Nabire siap diproses dan akan dibayarkan dan dari pihak petugas medis terkait jumlah itu, menilai tidak sesuai atau lebih dari Rp2,8 M.

Namun usai negosiasi, akhirnya para petugas menerima pembayaran tersebut asalkan dibayar di muka dan petugas medis juga sempat mengutarakan dalam ruang pertemuan, andai hak mereka tidak dibayarkan dalam minggu ini, petugas medis di BLUD RSUD Nabire stop berkerja.

Pantauan Papuapos Nabire di lapangan, pertemuan tersebut berjalan terus meskipun ada suara-suara besar di luar ruang pertemuan. Secara umum rapat bersama guna mencari solusi atas permasalahan tersebut berjalan aman hingga selasal.(rob)