NABIRE – Marthen Douw, yang akan dilantik sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) periode 2019-2024, awal Oktober mendatang dipesan agar memperhatikan Lapangan Terbang (Lapter) Karadiri dan pemekaran Papua Tengah berkedudukan di Nabire.Pesan tersebut disampaikan anggota DPRD Kabupaten Nabire, Ev Petrus Asso, STH saat syukuran dan lepas kangen Ketua DPRD Nabire dengan anggota DPRD bersama Sekretariat DPRD Kabupaten Nabire di Ruang Sidang Utama, Senin (23/9). Petrus Asso menyampaikan pesan tersebut ketika Marthen Douw meminta masukan dari sesama anggota dewan saat menyampaikan kata-kata perpisahan.Anggota dewan, Petrus Asso mengatakan, saat kunjungan Presiden RI, Joko Widodo di Kalibobo beberapa waktu, Presiden sudah menyatakan tahun 2019, lapangan terbang Karadiri sudah beroperasi. Karena itu, kami pesan untuk penyelesaian lapangan terbang Karadiri.Legislator dari Partai Demokrat ini juga berpesan untuk pemekaran Papua Tengah dengan Nabire sebagai ibukota. Karena pemekaran untuk Papua Selatan sudah disampaikan langsung kepada Presiden RI saat berkunjung ke Merauke.Marthen mengatakan, soal pemekaran, ada pro dan kontra. Sebagian besar dari masyarakat kita menolak untuk pemekaran tetapi sebagian lagi menyetujui untuk pemekaran. Karena itu, tak mau menanggapi masalah ini lebih jauh, karena masih ada pro-kontrak di tengah masyarakat.Oleh sebab itu, anggota DPR RI yang tinggal menunggu saat pelantikan ini mengatakan jadi tidak pemekaran Provinsi Papua Tengah di Nabire semua tergantung kemurahan Tuhan. Apabila Tuhan menghendaki Provinsi Papua dengan berkedudukan di Nabire, tantangan apapun beratnya tetap akan jadi. Tetapi sebaliknya. Jika Tuhan belum kehendaki, betapa mudahnya meraih sebuah provinsi di daerah ini, tidak akan jadi karena tidak direstui oleh Tuhan.Sementara itu, beberapa anggota dewan, seperti Nelis Jawan, Udin Mardin, Hj Katherin Maruanaya dan Yurmina Money meminta Marthen Douw agar tidak melupakan Nabire sebagai ibu. Dan turut berbangga karena, dari Nabire bisa melahirkan seorang anggota parlemen pusat.Sementara itu, anggota dewan, Nelis Jawan sebagai Ketua Badan Legislasi DPRD Nabire melaporkan, selama masa periode telah menghasilkan 3 Peraturan Daerah (Perda) hasil inisiatif DPRD. Dua diantaranya sudah disetujui pemerintah.Menanggapi hasil ini, Marthen Douw menyampaikan terima kasih atas hasil kerja inisiatif anggota dewan yang berhasil menetapkan 3 Perda inisiatif DPRD. Oleh sebab itu, ia menitipkan Perda tersebut anggota dewan terutama 8 anggota yang kembali lolos untuk periode kedua agar ditindaklanjuti untuk pelaksanaannya.(ans)