Peringati Hardiknas, Ribuan Guru dan Murid Ramaikan Gerak Jalan Santai Berhadiah
NABIRE - Dalam rangka Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tanggal 2 Mei 2025, Selasa (29/4/25) digelar gerak jalan santai berhadiah doorprize. Kegiatan ini diikuti ribuan guru dan murid dari sejumlah sekolah SD/Mi, SMP/MTs dan juga SMA dan SMK yang ada di wilayah Kabupaten Nabire.

NABIRE - Dalam rangka Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tanggal 2 Mei 2025, Selasa (29/4/25) digelar gerak jalan santai berhadiah doorprize. Kegiatan ini diikuti ribuan guru dan murid dari sejumlah sekolah SD/Mi, SMP/MTs dan juga SMA dan SMK yang ada di wilayah Kabupaten Nabire.
Kegiatan ini dipusatkan di halaman Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire. Terlihat di lapangan hingga semua sudut dipadati lautan manusia yang datang dari semua satuan jenjang pendidikan.
Seusai jalan santai, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire, Dra. Dina Pidjar dalam sambutannya mengatakan, pendidikan di semua satuan jenjang pendidikan telah memiliki peran yang sangat penting dalam membangun pendidikan bagi semua genarasi atau anak-anak masyarakat di daerah ini.
Memperingati Hardinas 2025 dengan melibatkan guru dan peserta didik dari semua satuan jenjang pendidikan, bertujuan memperkuat insan pendidikan. Dengan satu harapan, mengubah pola pikir, baik itu para pegawai dinas pendidikan, guru dan peserta didik.

Kepala Dinas Pendidikan Nabire mengajak semua insan pendidikan agar belajar dari apa yang telah ditinggalkan oleh tokoh pendidikan nasional Ki Hajar Dewantoro. Sehingga tugas di saat ini maupun di masa mendatang hanya bisa melanjutkan apa yang menjadi cita-cita luhur dari para tokoh pendidikan.
Pantauan wartawan Papuapos Nabire di lapangan, terlihat jelas antusias para guru dan murid yang terlibat di kegiatan jalan santai berhadiah. Karena saat penarikan dan pembacaan nomor undian doorprize semua peserta sangat tenang untuk mendengar pembacaan nomor kupon berhadiah.
Berdasarkan data lain yang dihimpun di lapangan, dari semua sekolah yang ada di wilayah Kabupaten Nabire hingga ke sekolah pinggiran, hanya bisa mengirim satu kelas perwakilan untuk mengikuti kegiatan jalan santai. Apabila semua murid dilibatkan dari semua sekolah, dipastikan semua jalan yang dilewati pasti macet total.(des)
Bagikan artikel ini



