Periksa Spesimen C-19, Nabire Miliki 2 Unit Mesin TB-TCM Namun Tak Ada cartridge
NABIRE – Kabupaten Nabire memiliki 2 unit mesin TB-TCM yang kompatibel untuk melakukan pemeriksaan terhadap pasien terduga positif Cov
Bagikan
NABIRE – Kabupaten Nabire memiliki 2 unit mesin TB-TCM yang kompatibel untuk melakukan pemeriksaan terhadap pasien terduga positif Covid-19 sekaligus memastikan diagnosisnya. Konon hingga kini belum bisa dioprasikan karena belum ada alat cartridge. Diketahui 2 unit mesin TB-TCM tersebut, masing-masing 1 unit di RSUD Nabire dan 1 unit di PKM Karang Tumaritis Nabire. Juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Nabire, dr. Frans Sayori, M.Kes mengatakan, pemeriksaan spesimen dari pasien terduga positif Covid-19 tidak harus metode PCR, namun bisa diperiksa melalui mesin TB-TCM yang nantinya akan dikonversi. Menurut dr. Sayori, pemeriksaan dengan mesin TB-TMC bisa memudahkan rumah sakit dalam melakukan diagnosis Covid-19 tanpa harus mengirimkan hasil pemeriksaan ke Labkesda Provinsi Papua. "Kita punya mesin TB-TCM untuk keluar hasil positif atau negatif Covid-19. Asalkan harus ada cartridge, untuk diperiksa disini sekaligus memastikan diagnosisnya sehingga tidak perlu lagi kita sibuk-sibuk kirim ke Jayapura," tutur dr Sayori, di cara opini publik RRI Pro Satu Nabire, beberapa hari lalu. Dikatakan dr. Sayori, langkah ini harus dilakukan dengan cara aktivasi mesin TB-TCM yang dikonversikan agar bisa digunakan sebagai alat pemeriksaan Covid-19. “Iya tujuannya agar pemeriksaan akan semakin cepat. Kalau kita harus mengirimkan hasil pemeriksaan ke Labkesda Provinsi Papua nanti kelamaan sementara kita harus putuskan mata rantai penyebaran,” kata dr. Sayori. Dr. Sayori mengaku, Nabire saat ini memiliki 2 unit mesin TB-TCM yang kompatibel untuk periksa Covid-19. Meski begitu, 2 unit mesin tersebut bisa digunakan untuk memeriksa Covid-19 apabila sudah dikonversi. Karena itu elemen penting yang digunakan untuk mengkonversi yakni cartridge yang dipasang pada mesin TB-TCM. “Iya yang jadi soal adalah kami tidak ada alat cartridge sehingga kedua unit mesin itu untuk sementara belum bisa kita gunakan. Paling tidak kita datangkan cartridge supaya bisa periksa di Nabire. Jika tidak terpaksa harus kirim ke Jayapura, sehingga kita akan kesulitan dalam memutuskan mata rantai penyebaran virus,” ujar dr. Sayori. (eby)
Bagikan artikel ini



