Perempuan Nabire Siap Maju MRP
NABIRE - Perwakilan perempuan Nabire dari 6 suku wilayah adat di Kabupaten Nabire mengantarkan 24 calon anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) mendaftar ke Kantor Kesbangpol Kabupaten Nabire yang juga merupakan secretariat pendaftaran, Jumat (12/05/23) pekan lalu. Dalam proses pendaftaran 24 calon MRP dari perwakilan perempuan Nabire di sekretariat Pansel MRP berlangsung aman dalam proses pendaftaran, dan diterima oleh Pansel MRP.
NABIRE - Perwakilan perempuan Nabire dari 6 suku wilayah adat di Kabupaten Nabire mengantarkan 24 calon anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) mendaftar ke Kantor Kesbangpol Kabupaten Nabire yang juga merupakan secretariat pendaftaran, Jumat (12/05/23) pekan lalu. Dalam proses pendaftaran 24 calon MRP dari perwakilan perempuan Nabire di sekretariat Pansel MRP berlangsung aman dalam proses pendaftaran, dan diterima oleh Pansel MRP.
Dikatakan salah satu pendukung perempuan Nabire, perempuan Nabire ingin maju dan duduk di kursi MRP mewakili perempuan Nabire. Perempuan Nabire harus bisa duduk di MRP. Sehingga dari 24 calon anggota MRP dari perwakilan perempuan dipercayakan bisa duduk di kursi MRP. Sehingga nantinya perempuan Nabire yang duduk sebagai anggota MRP diharapkan bisa melihat perempuan Nabire dan anak-anak perempuan. Dan bisa membantu membicarakan hak perempuan Nabire.
Ditambahkan Ketua Aliansi Perempuan Nabire, Oktovina Woromboni, S.sos saat diwawancarai Papuapos Nabire di Sekretariat Pendaftaran MRP, tujuan perempuan adat 6 suku di Kabupaten Nabire, mengantar 24 peserta calon anggota MRP yang sudah dipercayakan. Para calon anggota MRP yang didaftarkan itu, kata dia, sudah pilih melalui musyawarah yang dilakukan tanggal 26 April 2023 lalu di Pantai Sami Wataha Nabire.
Lanjut Oktovina Woromboni, hari ini akan jadi momentum yang penting untuk perempuan Nabire. Dan pihaknya datang dan tidak pulang kosong, tapi ada hasil.
“Harapan kami aliansi perempuan Nabire, hari ini kami datang dengan 24 perempuan hebat dari 6 suku wilayah adat di Kabupaten Nabire. Kami mengantarkan mereka ke Kesbangpol dan Pansel. Hasil musyawarah ini kami mendaftarkan 24 perempuan hebat dan kami pulang tidak sia-sia. Kami pulang dengan membawa hasil. Setelah seleksi kami pastikan dari 2 kursi itu jadi milik aliansi perempuan Nabire dan harus ada keterwakilan dari 6 suku adat di Kabupaten Nabire,” ujar Ketua Aliansi Perempuan Nabire, Oktovina Woromboni. (rob)
Bagikan artikel ini



