Perayaan Haflah Imtihan Daarul Fikri ke-XIII: Syukur dan Dedikasi untuk Ilmu
NABIRE – Pondok Pesantren Daarul Fikri, pada Minggu (01/06/2025), menyelenggarakan acara Haflah Imtihan Akhirusaanah ke-XIII dan wisuda 1 Juz Amma ke-XI.

NABIRE – Pondok Pesantren Daarul Fikri, pada Minggu (01/06/2025), menyelenggarakan acara Haflah Imtihan Akhirusaanah ke-XIII dan wisuda 1 Juz Amma ke-XI. Acara yang berlangsung meriah ini menjadi momentum penting untuk merefleksikan rasa syukur, dedikasi terhadap pendidikan serta motivasi bagi para santri.
Dalam sambutannya, Ketua Yayasan Daarul Fikri, Sunaryo, AR, S.Sos, menyampaikan tiga poin utama yang menjadi inti pesan pada kegiatan tersebut. Pertama dan yang paling utama, Sunaryo menekankan kewajiban bersyukur kepada Allah S.W.T. atas segala nikmat yang telah diberikan.

"Terutama nikmat di dunia ini, yang memungkinkan kita semua dapat berpartisipasi dalam berbagai aspek kehidupan," ujar Sunaryo.
Rasa syukur ini menjadi landasan bagi setiap langkah yang diambil, baik dalam konteks individu maupun komunitas. Poin kedua yang disoroti adalah pentingnya partisipasi dalam dunia pendidikan.
Sunaryo menyoroti peran strategis semua pihak, mulai dari pemimpin daerah hingga pengajar, dalam memajukan kualitas pendidikan.
Ia secara khusus menyoroti nilai luhur dari mengajarkan ilmu syar'i (ilmu agama). Menurutnya, ilmu syar'i adalah sumber kemuliaan, keagungan dan akhlak mulia yang tak lekang oleh waktu.
"Semoga semua upaya kita dalam mengajarkan ilmu, baik ilmu syar'i maupun ilmu dunia, akan menjadi kemuliaan yang tidak akan terputus," harap Sunaryo, menekankan bahwa kedua jenis ilmu tersebut saling melengkapi.
Pesan ketiga ditujukan khusus kepada para santri, baik putra maupun putri. Sunaryo berpesan agar para santri senantiasa menjalankan tugas dan kewajiban sesuai perintah Allah, dengan berlandaskan pada kaidah ajaran yang telah ditetapkan.

"Belajarlah dengan ikhlas," tegas Sunaryo, menegaskan pentingnya niat tulus dalam menuntut ilmu sebagai kunci keberkahan dan keberhasilan. Pesan ini diharapkan dapat memotivasi santri untuk terus giat belajar dan mengaplikasikan ilmunya dalam kehidupan sehari-hari.
Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Nabire, K.H. Rohimin. Dalam pidatonya, K.H. Rohimin menyampaikan sebuah perenungan mendalam mengenai hilangnya ilmu di muka bumi.
"Jika Allah berkehendak menghilangkan ilmu, Dia akan memanggil kyai satu per satu," ujar K.H. Rohimin dengan suara penuh makna. Ia menggambarkan bagaimana proses hilangnya ilmu bisa terjadi ketika para ulama dan pewaris ilmu dipanggil kembali ke sisi-Nya.
"Belum sempat menyampaikan ilmunya, wafat lagi. Itulah cara Allah menghilangkan ilmu," tambahnya. Pesan ini menjadi pengingat bagi seluruh hadirin, khususnya para santri, untuk senantiasa memanfaatkan waktu yang ada dalam menuntut dan mengamalkan ilmu.
Pernyataan K.H. Rohimin ini menjadi sebuah renungan penting akan urgensi transmisi ilmu dari satu generasi ke generasi berikutnya. Hal ini sekaligus menjadi penekanan bahwa kesempatan menuntut ilmu adalah sebuah amanah yang harus dijaga dan ditunaikan dengan sebaik-baiknya.

Acara dimulai dengan lantunan ayat-ayat suci Al-Qur'an yang menggema indah, dibawakan oleh salah satu santri berprestasi.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut berbagai tokoh penting, antara lain perwakilan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nabire, tokoh masyarakat, alim ulama, wali santri serta seluruh dewan guru dan Asatidz Pondok Pesantren Daarul Fikri. Kehadiran mereka menambah semarak dan keberkahan acara.(sam)
Bagikan artikel ini



