Peran Ortu Ajak, Didik Anak Lewat Gereja Katolik

NABIRE - Sebanyak 12 orang berusia dewasa, remaja dan anak atau bayi diterima sakramen pembaptisan Minggu, 7 Desember 2025, bertempat di Gereja Katolik Kring ST. Petrus Bumi Mulia, Paroki ST. Yosep Nabire Barat, Dekenat Teluk Cenderawasih Keuskupan Timika.
Mengawali kata pengantar khotbah, Pastor Paroki ST. Yosep Nabire Barat, Pastor Ottovianus Taena, Pr, mengajak peran orang tua membina, mendidik anak lewat gereja Katolik agar iman seorang Katolik bertumbuh dan berkembang mulai dari sejak kecil.
“Orang tua punya tugas pendidikan iman Katolik melalui doa-doa, bacaan-bacaan kitab suci, bernyanyi lagu-lagu rohani. Bina anak mulai dari keluarga dan orang tua ajak anak bawa ke gereja,” ujarnya.
Hal ini sesuai isi Nubuat tentang (Injil Matius 3.1-12), Yohanes Pembaptis tentang pertobatan baptisan air dan kedatangan Yesus Kristus yang akan membaptis dengan Roh Kudus dan api, serta penghakiman terhadap yang tidak bertobat.
Peringatan Yohanes, ia menyerukan pertobatan karena Kerajaan Surga sudah dekat, mengajak orang datang ke Sungai Yordan untuk mengaku dosa dan dibaptis.
Pertobatan bukan sekadar keturunan Abraham, tetapi perubahan hidup yang nyata, menghasilkan buah yang baik. Keselamatan orang atau anak datang dari keluarga jika kedua orang tua, ujung tombak bagi anak dan keluarga diselamatkan di dunia ini.
“Membuat hal yang baik tidak begitu mahal, mudah dan gampang tapi kita kadang lupa mensyukuri kepada Tuhan. Jika tidak bertobat total hingga keraguan hati iman kita kadang-kadang kerapukan dan masih gejolak, karena kita kurang sadar hanya sekedar slogan,” kata pastor.
Untuk itulah, Injil hari ini mengingatkan sekalian perlu menyesali dosa-dosa hati, batin kita agar supaya dapat menyambut Sang Putra Natal, Yesus Kristus yang akan lahir di hati kita masing-masing dan bisa bertumbuh baik.
Acara pembaptisan diikuti mengungkapkan janji baptis terima dan janji baptis tolak yang disampaikan oleh iman yang diikuti oleh para orang tua dan wali baptis. Terlihat, Minggu pelayanan kali ini, suasana sederhana penuh makna, baik dalam gereja maupun di luar gereja dan jamuan makan siang bersama. (modes)
Bagikan artikel ini



