NABIRE - Dinas Perindustrian Kabupaten Nabire menggelar kegiatan koordinasi, sinkronisasi dan pelaksanaan pemberdayaan industri serta peran serta Orang Asli Papua (OAP) di halaman Kantor Dinas Perindustrian, Rabu (23/9/2026).

Kepala Dinas Perindustrian Kabupaten Nabire, Yohanes Aris Pakombong, S.E., M.Si., dalam laporan pembukaannya menyampaikan bahwa terdapat 11 jenis fasilitas mesin atau peralatan beserta pelatihan yang diserahkan kepada kelompok penerima manfaat.

“Jadi, ada 10 fasilitas mesin atau peralatan dan pelatihannya ada 10, sedangkan yang satu tidak ada pelatihannya,” ujar Aris di hadapan para tamu undangan.

Ia merinci berbagai jenis bantuan tersebut, di antaranya fasilitas menjahit untuk 20 orang di Distrik Teluk Kimi, servis elektronik 15 orang di Distrik Makimi, serta ukiran kayu 13 orang di Kampung Samabusa.

“Yang keempat, 20 orang di Distrik Wanggar, yaitu pembuatan keripik; kelima, 20 orang di Distrik Nabire Barat, yaitu instalasi listrik,” tambahnya.

Bantuan lainnya mencakup pembuatan sari gula jahe di Distrik Menou, depot air minum untuk lima kelompok di Distrik Nabire, mesin batako di Kelurahan Wonorejo, hingga peralatan bakso buah merah.

“Sembilan, peralatan bakso buah merah; kesepuluh, 30 orang di Distrik Nabire, yaitu peralatan pembuatan kecap; dan yang terakhir, satu kelompok untuk pembuatan mesin batik,” jelas Aris.

Aris secara tegas mengingatkan para penerima agar memanfaatkan bantuan tersebut secara optimal demi meningkatkan pendapatan keluarga dan tidak memindahtangankannya.

“Jangan sampai barang ini tiba di tangan lalu hanya 1 bulan saja dia bergeser ke tempat lain lagi atau orang lain,” tegas Aris.

Sementara itu, Bupati Nabire Mesak Magai, S.Sos., M.Si., dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Wakil Bupati H. Burhanuddin Pawennari sekaligus membuka kegiatan, menegaskan seluruh program ini dibiayai melalui Dana Otonomi Khusus (Otsus) Papua.

“Sebelum saya membaca sambutan pagi, saya ingin menyampaikan bahwa ini dana Otsus, berarti sasarannya pasti orang Asli Papua,” ucap Burhanuddin mengawali sambutannya.

Burhanuddin menjelaskan, penyerahan bantuan ini merupakan langkah nyata pemerintah daerah dalam menumbuhkembangkan industri kecil dan menengah (IKM) milik OAP di tengah persaingan pasar global yang ketat. “Kita sedang berada di era pasar global yang mana banyak produk-produk impor yang masuk dan beredar di Indonesia, tentu ini mempengaruhi produk-produk lokal kita,” ungkapnya.

Ia menyoroti, kendala utama produk lokal selama ini terletak pada kualitas kemasan, mutu, harga serta minimnya fasilitas produksi yang memadai bagi para pelaku usaha.

“Hal ini disebabkan karena belum adanya fasilitas produksi yang memadai atau tempat pengelolaan, sehingga kecenderungan kesulitan dalam memasarkan produk-produk yang dihasilkan,” tuturnya.

Pemerintah Kabupaten Nabire memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran Dinas Perindustrian atas terselenggaranya program perencanaan dan pembangunan industri yang menyasar peningkatan kapasitas SDM OAP.

“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Kepala Dinas Perindustrian Kabupaten Nabire dan seluruh jajarannya yang telah memprogramkan kegiatan ini,” kata Burhanuddin.

Kepada para peserta pelatihan, mulai dari pembuatan bakso buah merah, keripik, sari gula jahe hingga perajin batik, Wakil Bupati berpesan agar mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan serius.

“Saya mengimbau agar menggunakan waktu ini sebaik-baiknya dan semaksimal mungkin untuk mengikuti pelatihan dengan baik dan serius,” pesannya.

Ia berharap pemahaman materi dari instruktur dapat menjadi bekal penting bagi masyarakat dalam menciptakan lapangan kerja baru dan mengolah potensi sumber daya alam lokal.

“Pahami setiap materi yang diberikan oleh instruktur dan pembimbing agar kiranya dapat menjadi bekal dalam menciptakan lapangan kerja yang baru,” imbuhnya.

Acara penyerahan bantuan dan pembukaan pelatihan tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, di antaranya perwakilan Bappeda, Kepala Dinas Perdagangan, para kepala distrik, serta para pelaku IKM OAP penerima manfaat. Kegiatan ini diakhiri dengan peninjauan peralatan mesin dan sesi foto bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Nabire bersama masyarakat penerima bantuan. (sam)