Pentahbisan 3 Imam, Kota Sugapa Aman
SUGAPA – Pentahbisan tiga diakon baru Gereja Katolik menjadi Imam yakni Fransiskus Sondegau, Yosef Bunai, dan Yeskiel Belau, oleh Sekertaris Jendral (Sekjen) Konfrensi Wali Gereja Indonesia (KWI) Uskup Antonius Subianto Bunjamin OSC dari Keuskupan Bandung, Selasa (12/10/21). Acara berjalan damai, dan Sitkamtibmas di Kota Sugapa, aman dan kondusif.

SUGAPA – Pentahbisan tiga diakon baru Gereja Katolik menjadi Imam yakni Fransiskus Sondegau, Yosef Bunai, dan Yeskiel Belau, oleh Sekertaris Jendral (Sekjen) Konfrensi Wali Gereja Indonesia (KWI) Uskup Antonius Subianto Bunjamin OSC dari Keuskupan Bandung, Selasa (12/10/21). Acara berjalan damai, dan Sitkamtibmas di Kota Sugapa, aman dan kondusif.
Hal itu dibenarkan Kapolres Intan Jaya, AKBP Sandi Sultan, Selasa (12/10/21) siang.
“Sementara ini damai tetap kita jaga TNI /Polri menjaga keamanan saat masyarakat beraktifitas. Kemudian untuk pengamanan kegiatan pentahbisan ini TNI /Polri terlibat juga semuanya dan masyarakat juga ikut membantu dalam hal mendukung kegiatan keamanan,” tuturnya.
Sementara itu jumlah kekuatan yang diturunkan untuk kegiatan pentahbisan sampai dengan tanggal 17 Oktober 2021, yang dihelat pada tanggal 12 Oktober 2021. Namun pengamanan sudah dimulai sejak tanggal 9 Oktober 2021 lalu yakni saat penjemputan pastor bersama beberapa tokoh agama. Dengan jumlah kekuatan TNI/Polri yang terlibat sebanyak 168 personel difokuskan di wilayah seputaran Kota Sugapa.
“Karena di wilayah lain sudah ada rekan–rekan kita semuanya untuk kegiatan–kegiatan rutinitas, daripada tugas masing-masing,” jelasnya.
Lebih jauh dijelaskannya, puncak kegiatan intinya akan berlangsung tanggal 12 Oktober 2021. Sedangkan di tanggal 13 Oktober 2021 akan digelar Pesta Bakar Baru. Serangkaian kegiatannya dilaksanakan sampai dengan tanggal 17 Oktober 2021.
Jangan Terpengaruh Isu
Disisi lain menjawab pertanyaan redaksi terkait situasi di Intan Jaya sebelum acara Pentahbisan sempat ada isu salah seorang warga hilang di Sugapa.
Untuk itu Kapolres Sandi menghimbau kepada masyarakat agar jangan panik,jangan terpengaruh. Tetap TNI/Polri akan bertanggung jawab terkait keamanan di Kabupaten Intan Jaya supaya tetap berlangsung keamanan ini.
Sebab dari bulan Februari sampai saat ini sudah sangat kondusif dan situasi ini akan dipertahankan bersama–sama.
“Harapan saya juga para para tokoh agama,tokoh adat,kepala suku,kepala Distrik, TNI/Polri, pemangku daerah ikut bersama–sama saling menjaga daripada keamanan di Kabupaten Intan Jaya,” tuturnya.
Lanjutnya, ada hal–hal yang seperti itu serahkan kepada Aparat Kepolisian. “Kami ada prosedur hukum dan aturan yang diberlakukan oleh TNI dan Polri tidak ada yang lepas daripada hukum dan kebal daripada hukum,” tegasnya.
Jadi jika memang awalnya ada kesalahan atau kekeliruan dari pada pihak keamanan. Kapolres berharap agar masyarakat tidak terpengaruh, tidak perlu panik, tidak mendengarkan hal–hal yang lain. Tetapi tetap bekerja dengan baik di Intan Jaya, apalagi mendengarkan isu–isu yang tidak benar di media.
“Kita fokus saja pada daerah kita yang saat ini sudah damai,”pungkasnya. (ist)
Bagikan artikel ini



