NABIRE - Ketua Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Papua Tengah, Freny Anouw, menegasakan untuk dinas kesehatan, komunitas dan pemuka agama harus di wilayah Papua Tengah harus berkolaborasi, karena data sementara peningkatan kasus HIV/Aids yang signifikan dan didominasi oleh usia produktif memerlukan penanganan yang lebih insentif dan kolaboratif.

Ketua Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Papua Tengah, Freny Anouw, S.IP., usai memberikan materi di Ballrom Papua Tengah, Selasa, (28/4/26) saat Musrenbangda mengatakan, KPA hadir ini untuk memberikan layanan dalam penangganan HIV/Aids dan bagian mereka yang berusaha bersama-sama.

“Mereka ini menunggu bola, kita jemput bola. Jadi jalan sosialisasi kemana-mana. Jadi kami KPA hari ini, sosialisasi kami sudah jalan di mana-mana,” ujarnya.

Lanjutnya, untuk sarana Alat Kesehatan (Alkes) pihaknya masih kurang, sehingga Alkes itu KPA minta kepada pemerintah daerah, karena yang punya masyarakat adalah KPA kabupaten dengan Dinas Kesahatan kabupaten harus siapkan Alkes sebanyak-banyak mungkin, lalu tenaga medisnya harus disiapkan di Puskesmas.

“Sayang sekali sampai hari ini masih banyak masyarakat dengan stigma mau periksa HIV/Aids, tapi karena di rumah sakit umum banyak orang, makanya mereka takut. Begitu mereka ikut ARV juga, sama putus lagi dipertengahkan, karena takut saja banyak stigma, oh dia ini sudah dapat ARV, nanti dia akan mati dan lain-lain,” terangnya.

Padahal, lanjutnya, tidak karena ada bukti, ada beberapa orang yang masih bertahan hidup. Nah, itu yang diharapkan di dinas itu. Ini kan dana khusus, ada pendidikan dengan otonomi khusus, terus kesehatan dan ekonomi.

Jadi, dana kesehatannya itu bagaimana supaya harus lebih khusus Dinas Kesehatan kabupaten harus diperbanyak Alkesnya. Supaya benar-benar dapat menyentuh sampai masyarakat ke bawah.

Ia berharap agar dinas kesehatan siapkan penelitian khusus Alkes untuk KPA dengan layanan yang ada di setiap distrik di Puskesmas masing-masing. Harapannya untuk masyarakat jangan takut diperiksa dan datang untuk periksa. (rob)