Pengurus IWSS Nabire Masa Bhakti 2016-2021 Dilantik
*Katherin Maruanaya Kembali Pimpin IWSSNABIRE - Pengurus Cabang Ikatan Wanita Sulawesi Selatan (PC IWSS) Kabupaten Nabire masa bhakti 2016-2021 dilantik oleh Ketua Umum Wilayah IWSS Provinsi Papua, Dra. Hj. Besse Nuranti irawadi, Selasa (11/10) di Guest House kemarin. Pe
Bagikan
*Katherin Maruanaya Kembali Pimpin IWSSNABIRE - Pengurus Cabang Ikatan Wanita Sulawesi Selatan (PC IWSS) Kabupaten Nabire masa bhakti 2016-2021 dilantik oleh Ketua Umum Wilayah IWSS Provinsi Papua, Dra. Hj. Besse Nuranti irawadi, Selasa (11/10) di Guest House kemarin.
Pelantikan disaksikan Wakil Bupati Nabire Amirullah Hasyim, Ketua Pengadilan Negeri Nabire, Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Yuvinia Douw Mote, sejumlah pegurus KKSS serta tamu undangan yang hadir.Pengurus IWSS Kabupaten Nabire yang dilantik merupakan hasil Muscab III IWSS Kabupaten Nabire yang memilih Hj. Katherin Maruanaya Jabal Nur dipercaya kembali memimpin IWSS Nabire untuk masa kepemimpinan lima (5) tahun kedepan.Terpilihnya Hj. Katherin Maruanaya sebagai Ketua PC IWSS Kabupaten Nabire 2016-2021 itu tertuang dalam SK Nomor : 07/Muscab-III/IWSS-NBR/X/2016 tentang Pengesahan Ketua Terpilih sekaligus Merangkap Ketua Formatur dan 8 (delapan) Anggota Formatur Muscab III IWSS Kabupaten Nabire, yang ditandatangi oleh Pimpinan Sidang merangkap anggota Ir. Hj. Siti Nurlita, Sekretaris merangkap anggota Hj. Basmalah Syah, ST, dan tiga orang anggota masing-masing Imanuely Pirade, ST, Nurlina Alia dan Andi Umrah, SH.Setelah serah terima hasil Muscab III IWSS dari pimpinan sidang Siti Nurlita kepada Ketua IWWS Kabupaten Nabire terpilih Katherin Maruanaya Jabal Nur prosesi pelantikan dimulai.Prosesi pelantikkan diawali dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) oleh Sekretaris Umum Wilayah IWSS Provinsi Papua Satrida Domeng Nomor : 84/SK/PW-IWSS/X/2016 tentang Pengesahan PC IWSS Kabupaten Nabire masa bhakti 2016-2021.Dalam SK tersebut, duduk di pengurus inti PC IWSS Kabupaten Nabire masa bhakti 2016-2021 adalah Ketum Katherin Maruanaya Jabal Nur, Wakil Ketua Imanuelly Pirade, Sekretaris Hj. Basmalah Syah, ST dan Wakil Sekretaris Iriani Laira, Bendahara Hj. Nikmawati Latif dan Wakil Bendahara Hj. Nurmiaty Akmar.Sedangkan Ketua I Andi Umrah, SH, Ketua II Titis Sulistiowati, S.Pd.,M.Si, Ketua III Nuraeni Faizal Abdullah, Ketua IV Hj. Nurbaya Mustain, Ketua V Satriani, S.Pd.I, Ketua VI Nurlina Aliah, Ketua VII Hj. Mirfayani Mirsal, Ketua VIII Ir. Hj. Siti Nurlita Iskandar.*Bangun Kebersamaan, Jalin Kerjasama Perempuan PapuaSementara itu, Ketum PC IWSS Kabupaten Nabire Katherin Maruanaya Jabal Nur, usai pelantikan kepada Papuapos Nabire menyampaikan terima kasih kepada panitia, pengurus ranting, organisasi pilar yang telah mempercayainya, sehingga terpilih untuk kembali memimpin IWSS Kabupaten Nabire lima tahun kedepan.Dinyatakan Hj. Katherin, seraya mengharap dan mengajak seluruh pengurus baru IWSS untuk bergandeng tangan, bekerja sama guna membangun Kabupaten Nabire.“Kuncinya adalah kebersamaan. Dengan bekerja sama, bergandengan tangan mari kita bangun daerah yang kita cintai ini bersama-sama,” ungkapnya.Untuk program dekat yang akan dilakukan adalah melantik pengurus ranting di Teluk Kimi dan Samabusa. Dan untuk program jangka panjang, IWSS akan turun ke lapangan, menggandeng wanita-wanita asli Papua untuk bersama-sama mengembangkan diri dalam rangka meraih peningkatan kesejahteraan utamanya keluarga.Menurutnya, wanita-wanita asli Papua itu sangat pintar dalam berbagai hal seperti kerajinan tangan, berjualan dan lain-lain, namun yang belum dimaksimalkan adalah bagaimana pengelolaan keuangan yang dihasilkan, sekecil apapun yang mereka dapat harus dikelola sebaik-baiknya untuk kesejahteraan keluarga.“Kita akan turun, kita rangkul wanita-wanita asli Papua. Ilmu yang kita miliki akan kita berikan khususya hal pengelolaan keuangan. Kami juga akan belajar dari mereka (mama-mama Papua) dalam bidang kerajinan. Disini nanti ada perimbangan, kita berbagi dengan mereka dan kita juga belajar dari mereka,” tuturnya.“Kami bangga dengan mereka. Apa yang tidak kita punya mereka punya. Talenta yang mereka miliki begitu besar, sehingga wanita-wanita Sulawesi Selatan juga perlu belajar kepada mereka,” ujarnya.Disamping itu, menurut Katherin, ada satu lagi program yang akan dilaksanakan bersama wanita asli Papua yakni mendaur ulang sampah agar menjadi bahan bernilai ekonomis, menjadi produk-produk yang walaupun kecil namun bisa menghasilkan. (iing elsa)
Bagikan artikel ini



