NABIRE - Kematian dokter spesialis paru, dr. Mawarti Susanti belum lama ini membuat sejumlah pihak, secara khusus masyarakat Toraja yang ada di Kabupaten Nabire, merasa kehilangan. Akhirnya pengurus Ikatan Keluarga Toraja (IKT), penasihat dan tua adat Toraja semalam melakukan pertemuan interen.

Dalam pertemuan itu, Pengurus IKT, penasihat dan juga para tetua adat Toraja hanya membahas kasus kematian dr. Mawarti Susanti. Karena hingga saat ini pihak keluarga belum bisa menerima kematian dr. Mawarti Susanti begitu saja.

Pihak keluarga meminta agar kasus kematian dr. Mawarti Susanti dapat dibuka selebar–lebarnya. Siapa pelaku pembunuhan dan berapa orang pelakunya serta siapa yang memprovokasi sehingga terjadi pembunuhan terhadap dr. Mawarti Susanti.

“Atas desakan masyarakat Toraja dan pihak keluarga, maka kami pengurus IKT dan penasihat serta tetua adat harus duduk bersama. Karena hingga saat ini masyarakat Toraja dan pihak keluarga tidak menerima alasan pembunuhan dr. Mawarti Susanti yang disampaikan oleh pelaku yang kini sedang ditahan di Mapolres Nabire. Sehingga dari hasil pertemuan ini apa yang bisa disimpulkan sebagai sebuah kesepakatan,” ujar Ketua IKT Kabupaten Nabire, Yulianus Pasang, S.Pd, M.Pd kepada Papuapos Nabire, Rabu (26/4/23).

Kata dia, harapan masyarakat Toraja dan keluarga dari almarhuma dr. Mawarti Susanti hanya meminta agar kasus ini dibuka selebar–lebarnya. Untuk itu kepada semua pihak secara khusus masyarakat Toraja dan keluarga almarhuma dr. Mawarti Susanti dimohon untuk tetap bersabar. Karena dari hasil pertemuan ini pasti ada jalan keluar yang akan disepakati bersama. (des)