Pengguna Aplikasi Qris Dikenai Biaya Admin 0,3% saat Transaksi
NABIRE - Penggunaan aplikasi Quick Response Code Indonesian Standard (Qris) atau transaksi uang elektronik merupakan penyatuan berbagai macam QR dari berbagai Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) menggunakan QR code, melalui aplikasi, ternyata dikenakan biaya 0,3% saat lakukan transaksi atau pembelian di Swalayan Loka Nabire, Provinsi Papua Tengah.

NABIRE - Penggunaan aplikasi Quick Response Code Indonesian Standard (Qris) atau transaksi uang elektronik merupakan penyatuan berbagai macam QR dari berbagai Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) menggunakan QR code, melalui aplikasi, ternyata dikenakan biaya 0,3% saat lakukan transaksi atau pembelian di Swalayan Loka Nabire, Provinsi Papua Tengah.
Saat belanja di toko, belanja di swalayan Loka Nabire contohnya, Katharina selaku perwakilan di Kas Bank Indonesia (BI) Nabire menyebutkan, ketika melakukan transaksi pembayaran, dirinya mengaku tahun lalu dikenakan beban biaya 0,3% oleh supermarket tersebut.
Lanjutnya, terkait semua pecahan uang yang digunakan ada di Bank Papua.
"Saya sempat dikenakan itu, totalnya sekian ditambah 0,3% ya ibu karena ibu pakai Qris, kasir pelayanan menyampaikan ke saya, biaya admin itu dibebankan ke pembeli, bukan ke penjual," ucapnya mencontoh apa yang pernah dialaminya.
Lanjut dirinya, ini karena kurangnya sosialisasi terkait penggunaan Qris di setiap swalayan. "Ini menurut pemikiran saya ya," tuturnya.
"Jadi sesuai apa yang saya beli itu dikenakan biaya, misalnya total belanja Rp100.000, jadi dikenanya bisa 100.000 lebih, jadi kalau administrasi 0,3% seluruh Indonesia dan nilai 0,3% setiap bank yang menawarkan aplikasi Qris semua potongan sama 0,3%, namun itu dibebankan ke penjual bukan ke pembeli," ujarnya.
Lanjut Katharina, saat belanja di luar daerah juga pembayaran Qris itu dibebankan ke penjual bukan ke pembeli. Dirinya juga menambahkan bahwa penukaran uang koin atau logam di bank Papua tersedia penukaran uangnya. Mengenai uang koin itu tukar saja di bank Papua. "Mungkin terkait warung atau toko malas saja menerima uang koin karena tidak mau atau tidak ingin ribet tukar di bank," tuturnya.
Salah satu pengguna Qris, yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan pembayaran melalui Qris juga dikenakan biaya. "Saat itu saya kirim uang sejumlah Rp500.000, ternyata itu dikenakan biaya admin dari Qris Rp500, jadi total biaya Rp500.500," tandasnya.(feb)
Bagikan artikel ini



