NABIRE - Taman Nasional Teluk Cenderawasih (TNTC) merupakan salah satu kawasan konservasi terluas di Indonesia. TNTC ditetapkan sebagai wilayah konservasi berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor: 8009/Kpts-II/2002 tanggal 29 Agustus 2002 dengan luas wilayah 1.453.500 ha dan 89,9 % merupakan laut. Luasan kawasan laut TNTC mencakup wilayah 13 distrik di Kabupaten Teluk Wondama dan 2 distrik di Kabupaten Nabire. Wilayah laut TNTC memiliki banyak keankeragaman hayati. TNTC memiliki kurang lebih 460 jenis karang yang tumbuh di wilayah pesisir pulau dan daratan utama. Ekosistem laut dan karang tersebut menjadi habitat 836 jenis ikan. Besarnya potensi sumber daya kelautan di wilayah TNTC tersebut juga berpotensi untuk meningkatkan sumber pedapatan daerah dan karena mampu berkontribusi pada pemenuhan kesejahteraan masyarakat.Kawasan TNTC juga memiliki potensi sumber daya manusia dalam hal ini nelayan yang cukup mampu  mengelola sumber daya perikanan sebagai sumber pendapatan. Sebagian besar nelayan di kawasan TNTC yang menetap di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil melakukan interaksi dengan sumberdaya kelautan dan perikanan. Herman Orisu, Acting Project Leader Teluk Cenderawasih, WWF Indonesia menjelaskan “potensi sektor perikanan di Kabupaten Naribe menghasilkan produksi .sekitar 85.000 kg per bulan. Namun, dengan potensi yang cukup besar tersebut tidak menutup kemungkinan terjadi persoalan baik itu sifatnya teknis maupun struktural. Tentunya, bentuk-bentuk pemanfaatan sumber daya perikanan akan memunculkan konsekuensi seperti halnya degradasi  sumber daya alam serta tumpang tindihnya pengelolaan termasuk perijinan penangkapan serta isu by catch , tangkapan non target/sampingan yang masih terjadi.”WWF mendapati fakta bahwa sebanyak ±50 pengguna bagan beroperasi di wilayah TNTC dan 80 % beroperasi di dalam Zona Pemanfaatan Tradisional. Selain itu, masih maraknya perdagangan jenis spesies yang dilindungi seperti penyu dan hiu baik itu untuk konsumsi lokal maupun untuk keperluan ekspor.Herman menambahkan, “potensi yang dan masalah yang terjadi perlu perlu upaya yang cukup intensif. Pengelolaan potensi sumber daya alam khususnya sektor perikanan harus diupayakan untuk dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan. Bentuk kolaborasi serta penerapan kebijakan yang sifatnya bottom-up perlu menjadi pilar pada pengembangan sektor perikanan di kawasan TNTC. Sehingga konsep-konsep pengelolaan kawasan serta program-program terkait sumber daya perikanan dapat diformulasikan melalui  isu dan permasalahan yang terjadi. Untuk memformulasikan konsep-konsep pengelolaan yang dapat dapat mengakomodir upaya-upaya yang dianggap penting, WWF Indonesia – Program Papua bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Papua Barat, Pemerintah Kabupaten Nabire dan Balai Besar Taman Nasional Teluk Cenderawasih menyelenggarakan kegiatan Lokakarya Pengelolaan Program Perikanan di Kawasan TNTC. Kegiatan lokakarya akan dilaksanakan pada tanggal 24- 25 Juni 2015 di Aula Pertemuan Kantor BAPPEDA Kabupaten Nabire. Paparan jenis dan bentuk program sumber daya perikanan, penetapan formula konsep pengelolaan sektor perikanan, pembentukan kesepakatan kerjasama antar stakeholder dan pembentukan kelompok kerja (Pokja) pengelolaan perikanan menjadi tujuan dari pelaksanaan lokakarya tersebut. (ist)