Pendukung 2 Balon Perseorangan Beraksi di Kantor KPU Nabire
NABIRE – Pendukung dari dua pasangan bakal calon (Balon) Perseorangan, masing-masing pasangan Otis Monei, S.Sos, M.Si – Johannie
Bagikan
NABIRE – Pendukung dari dua pasangan bakal calon (Balon) Perseorangan, masing-masing pasangan Otis Monei, S.Sos, M.Si – Johannies Menky Sia dan pasangan Yus Baminggen, S.Sos, M.Si - Suarno Majid beraksi, datang secara damai ke kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Nabire untuk mendesak agar mengakomodir dua balon tersebut sebagai peserta Pemilihan Bupati-Wakil Bupati Nabire tahun 2020. Massa menyampaikan orasi di depan kantor KPU, diterima Sekretaris KPU Nabire, Michael Mote, SH, M.Hum didampingi komisioner KPU, Daniel Denny Merin, A.md, Kep dikawal aparat Polres Nabire. Masa pendukung pasangan Baminggen-Suarno ke KPU sejak Senin (2/3) pagi dibawah komando Kepala Suku, Yopi Murib. Sedangkan pendukung Otis Monei – Henky Sia bergabung KPU pada siang hari. Dalam orasinya, Kepala Suku Yopi Murib meminta agar mengkamodir Baminggen sebagai kandidat Bupati Nabire mewakili masyarakat Suku Dani di Kabupaten Nabire. Dia menilai, masyarakat dari Suku Dani di Nabire juga memiliki hak politik yang sama dengan suku-suku lain di daerah ini. Sehingga Baminggen yang sudah mendaftar sebagai calon Bupati Nabire agar KPU Nabire mengakomodir dan ditetapkan sebagai calon Bupati Nabire, melalui perseorangan. Kepala Suku Dani, Yopi Murib menilai tidak adil jika wakil dari masyarakat Dani di Nabire dinyatakan tidak memenuhi syarat untuk calon Bupati melalui perseorangan. Karena, masyarakat Dani di Nabire juga merupakan salah satu besar di daerah di samping Suku Wate-Yeresiam, Mee dan Moni. Sementara itu, wakil pendukung dari pasangan Otis Monei-Suarno Majid meminta agar tolong mengakomodir Otis Monei-Suarno sebagai wakil dari Suku Wate-Yeresiam yang mendiami kawasan kepulauan dan pesisir Kabupaten Nabire. Karena, sudah 20 tahun lebih masyarakat suku asli Nabire menjadi penonton di daerah ini. Kini, Otis Monei mencalonkan diri lewat perseorangan. Oleh karena itu, masyarakat pesisir dan kepulauan meminta agar mengakomodir Otis Monei sebagai calon Bupati lewat perseorangan. Masa mendesak agar menghadirkan ketua dan komisioner KPU Nabire bersama-sama dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk mendengarkan langsung, dan menjawab langsung oleh KPU dan Bawaslu Kabupaten Nabire. Karena, jika ditunda, dikuatirkan akan melewati batas waktu yang ditetapkan KPU secara nasional sehingga aspirasi masyarakat tidak diakomodir oleh penyelenggara. Sekretaris KPU Nabire, Michael Mote mengatakan, ketua dan komisioner KPU tidak berada di Nabire. Sudah berupaya menghubungi anggota KPU Nabire sejak pagi, namum sulit dihubungi. Oleh sebab itu, Mote meminta masa pendukung dua bakal calon perseorangan tersebut sabar hingga hari Kamis. “Kalau mereka ada, hari itu juga kita siapkan supaya bisa menemui masyarakat untuk mendengarkan penjelasan langsung dari KPU. Kalau besok ada, kami siapkan juga besok,” tuturnya. Usai menyampaikan aspirasi dan mendengarkan penjelasan Sekretaris KPU Nabire, Michael Mote bahwa komisioner KPU tidak berada di tempat dan harus menghadirkan juga Bawaslu sebagai wasit, Kepala Suku Dani, Yopi Murib membubarkan masa. Diinformasikan, setelah beraksi di Kantor KPU Nabire, massa kembali mendatangi Kantor Bawaslu Nabire. Apa putusan yang disampaikan di kantor Bawaslu Nabire, media ini belum mendapatkan informasi pasti. (ans/ros)
Bagikan artikel ini



