Pendidikan Akan Berhasil Jika Didukung Sejumlah Komponen
SUGAPA – Pendidikan merupakan bagian penting dalam hidup manusia. Pendidikan menjadi sebuah jalan untuk merubah manusia menjadi manusia yang seutuhnya. Demikian dikemukakan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Intan Jaya, Tadius Belau, saat penutupan Bintek kompetensi pengawa
Bagikan
SUGAPA – Pendidikan merupakan bagian penting dalam hidup manusia. Pendidikan menjadi sebuah jalan untuk merubah manusia menjadi manusia yang seutuhnya. Demikian dikemukakan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Intan Jaya, Tadius Belau, saat penutupan Bintek kompetensi pengawas, kepala sekolah dan guru serta sosialisasi perubahan kurikulum 2013, yang digelar di SD Inpres Yokatapa, Sugapa, Jumat (30/8) pekan lalu.
Dikatakannya, pendidikan akan berjalan baik jika ada kerjasama dari pendidik, orang tua dan guru serta pengawas. Jika tidak ada kerjasama dari komponen ini, niscaya pendidikan tidak akan menghasilkan sesuatu. “Selama ini tidak ada kerjasama, kenapa ? Kita tahu sendiri. Kepala sekolah kelola dana BOS sendiri sehingga guru lari tugas dan sebagainya,” kata Kadis Pendidikan Intan Jaya ini.Dirinya berharap, setelah dibekali, akan ada kerjasama baik diantara kita. Karena tanpa kerjasama, jangan berharap akan ada keberhasilan. Selain itu, dengan dilakukannya pembekalan, kita masing-masing mampu mengembangkan kompetensi dan fungsi masing-masing. Kepala Dinas Pendidikan meminta kepada para kepala sekolah dan guru, jika ada pengawas diharapkan mau menerima dan memberikan info yang lengkap. Selan itu, para pengawas yang turun ke sekolah-sekolah juga harus bekerja dengan baik. “Para kepala sekolah harus bisa bagi tugas dengan baik. Dalam hal pengeloaan keuangan, kepala sekolah hanya mengawasi bukan yang mengelola. Bendahara difungsikan,” ujarnya.Lebih lanjut ditegaskan Kepala Dinas Pendidikan Intan Jaya, jika ada pihak yang menanyakan soal dana BOS yang belum terima, hal ini dikarenakan belum ada pertanggungjawaban penggunaan dana sebelumnya. Ada sekitar 2,4 milyar rupiah lebih temuan karena belum ada pertanggungjawaban.Belajar dari pengalaman terdahulu, Kepala Dinas Pendidikan berharap, agar dana BOS dikelola dengan baik. Untuk mengambil dana BOS tidak bisa dilakukan oleh hanya satu orang saja. Tetapi perlu sepengetahuan kepala sekolah, bendahara dan BP3, barulah bisa mencairkan dana BOS.“Kalian dibekali dengan RAPBS, jadi tanggung jawab juga sesuai RAPBS. Kepala sekolah dan bendahara siapkan RAPBS. Perlu diingat, jika belum memasukan pertanggungjawaban maka belum bisa cairkan dana,” tutur Kepala Dinas Pendidikan Intan Jaya. Ditambahkan Sekda Intan Jaya, David Setiawan meminta kepala dinas terkait mendukung program guru kontrak siap pakai yang akan dibiayai melalui APBN. Jika bulan depan para guru kontrak sudah ada di Intan Jaya, diharapkan untuk didukung. “Hasil konsultasi dengan Menpan, formasi diploma akan dicoret, jadi minimal sarjana (S1). Ini tantangan buat kita untuk menyiapkan anak didik agar nantinya bisa siap pakai. Sekarang persaingan ketat, sehingga kita harus siap diri,” tuturnya. Pada kesempatan itu Sekda David juga menyinggung soal kelulusan tahun ini yang terbilang cukup rendah. Dengan kondisi ini, dirinya berharap agar semua komponen mencari langkah inovatif agar kelulusan mendatang bisa meningkat. Karena keberhasilan pendidikan, salah satunya terlihat dari tingkat kelulusan.Pada kesempatan itu, Sekda juga mengingatkan terkait dengan rekrutmen CPNS dalam waktu dekat, diharapkan proses legalisir ijasah dilaksanakan dengan baik. Jangan sampai ada guru yang berijasah palsu. Selain itu, Sekda David juga menekankan perlunya Dinas Pendidikan Intan Jaya untuk membuat sistem terpadu sehingga guru (jabatan fungsional) tidak bisa pindak ke struktural. Karena terkesan selama ini cukup mudah seorang guru pindah ke dinas. “Jumlah guru sebenarnya cukup, tapi karena banyak yang keluar daerah, sehingga perlu penanganan yang baik dari dinas,” tambahnya.Menynggung soal dana BOS, lanjut Sekda David, dana BOS harus dikelola dengan baik. Jangan sampai karena persoalan dana BOS membuat para guru menjadi malas bertugas. Pengelolaan dana BOS harus sesuai aturan. Penggunaan dana BOS yang lalu masih banyak yang belum dipertanggungjawabkan. “Perlu diketahui bersama bahwa temuan itu tidak akan tenggelam, tetapi terbuka terus dan suatu saat bisa diproses lanjut,” kata Sekda David mengingatkan. Sekedar informasi, Bintek kompetensi pengawas, kepsek danguru dan sosialisasi perubahan kurikulum 2013 se-Kabupaten Intan Jaya, jadwalnya digelar mulai tanggal 26 hinggga 31 Agustus 2013.Laporan ketua panitia menyebutkan, peserta yang dilibatkan dalam kegiatan ini seharusnya sebanyak 96 orang. Hanya saja dalam pelaksanaannya kegiatan ini diikuti oleh 81 orang.“Kami maaf jika ada kesalahan selama Bintek. Ini kegiatan awal, ini perintis, sehingga dengan kemampuan yang ada kami kerja dengan maksimal. Semua peserta selama ini hadir, kegiatan jalan dengan baik,” ujar ketua panitia yang juga Kepala Bidang SMA/SMK Dinas Pendidikan Kabupaten Intan Jaya. (ros)
Bagikan artikel ini



