Pendekatan Komprehensif Tingkatkan Kesadaran KB Lewat Kerjasama Faskes dan Bidan
NABIRE - Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Nabire tengah menyiapkan gebrakan inovatif dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya Keluarga Berencana (KB). Inovasi ini berpusat pada strategi kolaboratif dengan Fasilitas Kesehatan (Faskes) dasar dan bidan, dengan fokus pada edukasi pra-persalinan.

NABIRE - Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Nabire tengah menyiapkan gebrakan inovatif dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya Keluarga Berencana (KB). Inovasi ini berpusat pada strategi kolaboratif dengan Fasilitas Kesehatan (Faskes) dasar dan bidan, dengan fokus pada edukasi pra-persalinan.
Kepala DPPKB Nabire, Paulus Talakua, S.KM, M.Kes, mengungkapkan rencana tersebut saat diwawancarai di ruang kerjanya pada Kamis (22/05/2025). “Saya akan bekerja sama dengan fasilitas-fasilitas kesehatan dasar yang ada di masyarakat, baik itu klinik maupun Puskesmas, serta bidan-bidan yang menangani kasus persalinan,” terang Paulus.
Inovasi utama yang digagas Paulus, yakni pendekatan proaktif saat terjadi persalinan di Faskes atau melalui penanganan bidan. “Ketika ada terjadi persalinan di fasilitas-fasilitas kesehatan dasar atau penanganan lewat bidan, maka di situ inovasi saya adalah bagaimana kita bekerjasama untuk membuat pendekatan dari pra-persalinan,” jelasnya.
Pendekatan pra-persalinan ini akan dimulai sekitar 40 hari sebelum perkiraan tanggal melahirkan. “Ketika seseorang pra-persalinan itu antara 40 hari, maka kewajiban kita harus dengan ada mobil ini kita mobil pendekatan,” imbuh Paulus.
Mobilisasi ini bertujuan untuk mendekatkan pelayanan dan informasi KB kepada masyarakat, khususnya ibu hamil yang akan segera melahirkan.
Melalui pendekatan ini, DPPKB Nabire berupaya secara langsung meminta kesadaran para ibu pra-persalinan untuk mempertimbangkan tindakan kontrasepsi.
Paulus menambahkan, meminta kesadaran masyarakat khusus ibu pra-persalinan untuk mendapatkan yang namanya tindakan kontrasepsi yang kita akan tawarkan kepada ibu yang bersangkutan.
Harapannya, tawaran kontrasepsi ini akan diterima dan dimanfaatkan secara sadar oleh para ibu. Penggunaan kontrasepsi diharapkan menjadi dasar bagi pasangan untuk melakukan pengaturan jarak anak yang efektif, antara anak pertama dan anak kedua.
Inovasi ini mencerminkan komitmen DPPKB Nabire dalam memastikan akses dan pemahaman yang lebih baik tentang KB di tengah masyarakat, demi terwujudnya keluarga yang sehat dan sejahtera.(sam)
Bagikan artikel ini



