Pencegahan Banjir, Butuh Pengawasan Hutan dari CDK Nabire
NABIRE - Kondisi Kabupaten Nabire untuk saat ini curah hujannya diduga tidak teratur dan sangat tinggi. Oleh sebab itu untuk mencegah banjir yang tengah melanda kawasan hutan, masyarakat adat maupun masyarakat umum juga anak perintis meminta adanya pengawasan dari bidang pengawasan hutan Nabire, Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Nabire.

NABIRE - Kondisi Kabupaten Nabire untuk saat ini curah hujannya diduga tidak teratur dan sangat tinggi. Oleh sebab itu untuk mencegah banjir yang tengah melanda kawasan hutan, masyarakat adat maupun masyarakat umum juga anak perintis meminta adanya pengawasan dari bidang pengawasan hutan Nabire, Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Nabire.
Belum lama ini, saat dikonfirmasi media, Kepala CDK Nabire, M. Nafri Barwawi, S.Hut, M.Si di ruang kerjanya, mengatakan, pihaknya belum bisa melakuakan pencegahan kepada oknum-oknum penebangan kayu. Karena belum ada aturan dari Pemerintah Provinsi Papua sampai saat ini.
Kata dia, Pemerintah Provinsi Papua tengah mencari solusi untuk pelaksanaan menganai aturan–aturan.
Salah seorang warga Nabire mengatakan, petugas yang ditugaskan untuk melakukan pengawasan harus tetap ada di pos-pos. Kata dia, penebangan hutan sebaiknya dihentikan. Karena akan berimbas seperti di Yaro yang banjir mendadak. Kondisi seperti ini tidak boleh dibiarkan terjadi kembali.
Diharapkan agar para petugas harus melakukan penghentian terhadap penebangan itu karena banyak irigasi dan banjir hingga di pemukiman rakyat.
Pihak metereologi juga mengkonfirmasi sejumlah titik yang rawan hujan yakni Yaro, Siriwo dan Lagari, Makimi.
Kembali disampaikan Kepala CDK Nabire tentang jumlah kali di Nabire ini sangat banyak. Sehingga harus ada pengawasan di kepala air yakni pepohonan untuk mencegah banjir. (ist)
Bagikan artikel ini



