Pemprov Papua Tengah Tanam dan Panen Sagu
NABIRE – Panen dan penanaman sagu di Kampung Makimi, Selasa (24/10/23) oleh Hidup Petani Nyata (HIPETA) dihadiri Forkopimda Provinsi Papua Tengah dan Forkopimda Kabupaten Nabire, beserta tamu undangan lainnya.

NABIRE – Panen dan penanaman sagu di Kampung Makimi, Selasa (24/10/23) oleh Hidup Petani Nyata (HIPETA) dihadiri Forkopimda Provinsi Papua Tengah dan Forkopimda Kabupaten Nabire, beserta tamu undangan lainnya.
Sambutan Pj Gubernur Papua Tengah, Dr. Ribka Haluk, S.Sos, MM yang dibacakan staf ahli gubernur, Ukkas, S.Sos, M.KP, menuturkan, dalam mengantisipasi kelangkaan pangan, diharapkan masyarakat dapat memanfaatkan potensi lahan yang tersedia baik darat maupun air untuk meningkatkan produksi pangan daerah. Dalam pengembangannya, harus diperhatikan komoditi mana yang menjadi keunggulan sumberdaya di wilayah kita. Sehingga dapat memberi nilai tambah ekonomi atau peningkatan pendapatan serta kesejahteraan bagi masyarakat.
Pemerintah Provinsi Papua Tengah mendukung pelestarian potensi pangan lokal, termasuk sagu. Sagu merupakan salah satu makanan pokok bagi sebagian masyarakat Papua di Provinsi Papua Tengah. Sagu tidak hanya menjadi makanan lokal, namun juga melekat kuat dalam sendi–sendi kehidupan dan budaya masyarakat Papua.
Sejak dulu para leluhur menganggap sagu sebagai buah lumbung pangan. Karena sebagian dari pohon sagu dapat dimanfaatkan, mulai dari akarnya yang dapat menyimpan air, kayunya yang kuat dan dapat dimanfaatkan untuk berbagai kerajianan, daunnya sebagai atap rumah, dan tepung sagu untuk dikonsumsi. Bahkan batang pohon sagu yang sudah mati sekalipun dapat menghasilkan bahan pangan lainnya, ulat sagu.
Dikatakan, dalam 100 gram sagu terdapat 94 gram kabohidrat, 0,2 gram protein, 0,5 gram serat, 10 mili gram kalsium, dan 1,2 mili gram zat besi, serta 355 kalori. Hal ini menunjukan betapa kompleksnya kandungan protein, vitamin dan mineral dalam sagu. Maka sesuai moto kegiatan ini, yaitu Sagu Yes, Gizi Buruk No, dapat terwujud jika terus merawat sagu. Dengan merawat sagu sama dengan telah merawat kehidupan sendiri, termasuk telah merawat lingkungan dari pencemaran.
Untuk memberi nilai tambahan ekonomi, hutan sagu pada masa sekarang ini jika dikelola dengan baik dan profesional, maka dijadikan salah satu tujuan wisata bagi masyarakat hingga mancanegara. Potensi hutan sagu di Kabupaten Nabire dapat menjadi perhatian daerah dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Dan dapat memberi pendapatan lebih bagi masyarakat. Sehingga dapat menjadi salah satu langkah dalam menangani kelangkaan pangan, angka pengangguran hingga kemiskinan dan kemiskinan ekstrim.
Lanjutnya, Pemerintah Provinsi Papua Tengah menyampaikan apresiasi setinggi–tingginya bagi kelompok masyarakat petani sagu di Kampung Makimi, yang dalam hal ini telah dikoordinir dengan baik oleh organisasi masyarakat tani HIPETA.
Pemerintah Provinsi Papua Tengah berkomitmen senantiasa merawat kelompok–kelompok tani rakyat. Sehingga para pengurus kelompok tani di wilayah kabupaten se-Provinsi Papua Tengah termasuk HIPETA dapat terus berkoodinasi dengan pemerintah provinsi. Dalam hal ini kepada dinas yang menangani urusan pangan, Dinas Pangan, Pertanian, Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua Tengah. (rob)
Bagikan artikel ini



