Pemprov Papua Tengah–Pemkab Paniai Cetak Peternak Mandiri, Panen Telur Perdana Jadi Tonggak Baru Ekonomi Rakyat

PANIAI – Upaya Pemerintah Provinsi Papua Tengah bersama Pemerintah Kabupaten Paniai dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat mulai menunjukkan hasil nyata. Program pengembangan peternakan ayam petelur kini berbuah manis, ditandai dengan panen telur perdana oleh peternak lokal di Kampung Madi, Distrik Paniai Timur.
Momentum ini mendapat perhatian langsung dari Bupati Paniai, Yampit Nawipa, yang turun ke lapangan pada Selasa (13/4/2026). Kunjungan tersebut turut didampingi Wakil Bupati, Kapolres, serta pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Paniai.
“Pemerintah berkomitmen penuh mendukung pengembangan sektor peternakan, khususnya usaha ayam petelur yang dijalankan masyarakat,” tegas Bupati Yampit di sela kunjungan.
Menurutnya, penguatan sektor peternakan menjadi bagian penting dalam strategi meningkatkan ketahanan pangan daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi produktif di tingkat kampung.
Program ini sebelumnya mendapat dukungan dari Pemprov Papua Tengah melalui penyaluran bibit ayam petelur dan pembangunan kandang. Hasilnya kini mulai terlihat, dengan produksi telur yang sudah dinikmati masyarakat.
Sebagai bentuk rasa syukur, panen perdana tersebut bahkan diserahkan kepada hamba Tuhan, mencerminkan kuatnya nilai spiritual dalam setiap capaian masyarakat setempat.
“Ini potensi yang sangat bagus untuk dikembangkan di Paniai. Kami senang masyarakat mulai mandiri. Panen telur perdana ini juga menjadi simbol keberhasilan awal dari program ini,” ujar Yampit.
Ia memastikan pemerintah daerah tidak akan berhenti pada tahap ini. Dukungan lanjutan, baik berupa bantuan teknis maupun fasilitas pendukung, akan terus diberikan guna memperluas usaha peternakan rakyat.
“Silakan masyarakat yang punya lahan dan ingin mengembangkan usaha seperti ini melapor. Pemerintah siap membantu,” tambahnya.
Sementara itu, salah satu peternak ayam petelur, Stevanus Gobai, mengaku optimistis usaha yang dirintisnya mampu menjawab kebutuhan protein hewani masyarakat dengan harga terjangkau.
“Kami berharap kolaborasi antara pemerintah dan peternak terus berjalan, termasuk dalam membuka akses pasar. Puji Tuhan, dalam lima bulan ini kami sudah mulai menghasilkan telur,” ungkapnya.
Keberhasilan ini menjadi sinyal kuat bahwa pendekatan kolaboratif antara pemerintah dan masyarakat mampu menciptakan kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal. Jika terus dikembangkan secara konsisten, Paniai berpeluang menjadi salah satu sentra produksi telur di Papua Tengah. (Humas Pemprov Papua Tengah)
Bagikan artikel ini



