NABIRE - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah bersama Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) dengan sigap akan sosialisasi penyakit menular, terutama HIV/AIDS di beberapa sekolah di kabupaten dalam cakupan wilayah provinsi papua tengah.

Sigap ini ditandai dengan didorongnya pengembangan Muatan Lokal (Mulok) masuk di dalam pembelajaran mendalam (deep learning) di Provinsi Papua Tengah.

Hal ini guna mengedukasi HIV/AIDS kepada pelajar SD, SMP, SMA/SMK dan sederajat guna mengetahui apa itu HIV/AIDS, bagaimana memperlakukan ODHA (Orang dengan HIV/AIDS), dan semacamnya.

Menurut Ketua Umum KPA Provinsi Papua Tengah, Freny Anouw, mengatakan tujuan ini agar menekan angka kasus HIV/AIDS dan mengajak generasi emas mengetahui sejak dini cara penularannya, dampak dan bagaimana memperlakukan ODHA.

Pihaknya juga telah melakukan teken MoU dengan sejumlah pihak dan terutama didukung penuh Gubernur Provinsi Papua Tengah.

Ketua KPA Freny meminta dukungan semua pihak terutama tempat-tempat hiburan, tempat pengedaran minuman keras (Miras), agar dapat menertibkan faktor-faktor yang mendukung akan terjadinya kehilangan kesadaran terhadap generasi emas Papua.

Juga KPA nyatakan stop kepada, para pengedar Narkoba, ganja dan jenis sabu-sabu, karena merusak masa depan generasi emas Papua.(rob/ist)