NABIRE - Berdasarkan data kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Pusat pada tahun 2024 lalu, Provinsi Papua Tengah (PT) berada pada urutan kedua dari 38 provinsi se-Indonesia dengan jumlah buta aksara yang presentasi mencapai 14,79%.

Sehingga, selaku peduli pendidikan yang ada di wilayah Provinsi Papua Tengah, Ernes Yusak Tebay, S.Pd.,MAP, meminta agar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah bersama 8 kepala daerah atau bupati harus seriusi persoalan buta aksara melalui dinas atau instansi teknis yang ada.

Untuk itu, selaku pemerhati pendidikan menyarankan agar langkah yang diambil untuk mengurangi jumlah buta aksara dengan membuka Taman Bacaan Masyarakat (TBM) yang diperkuat lagi dengan lembaga Satuan Penddikan Sejenis (SPS) di setiap tempat ibadah.

Dikatakan Ernes Yusak Tebay, kepada Papuapos Nabire akhir pekan lalu, jika dua solusi yang ditawarkan ini digunakan dengan serius, dirinya percaya sedikit demi sedikit buta aksara akan diberantas atau hilang.

“Karena kita bicara dan mengkonsepkan pembangunan sebagus apapun, kalau tidak memperhatikan Sumber Daya Manusia (SDM) secara baik dan bijak, sebaik apa pembangunan yang dibuat niscaya tidak akan bermanfaat,” ujarnya.

Untuk itu selaku pemerhati pendidikan meminta kepada Gubernur Provinsi Papua Tengah bersama 8 bupati memasukan program buta aksara sebagai program prioritas dalam kebijakan pembangunan 5 tahun ke depan yang harus diseriusi bersama.(des)