Pemkab Nabire Menerima WN yang Terdampar di Manokwari
NABIRE – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nabire menerima kedatangan Warga Nabire (WN) yang terdampar di Manokwari setelah KM Tidar ditol
Bagikan
NABIRE – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nabire menerima kedatangan Warga Nabire (WN) yang terdampar di Manokwari setelah KM Tidar ditolak masuk Pelabuhan Samabusa Nabire. Mereka ini juga warga Nabire sehingga pemerintah tetap menerima warga yang jalan kaki dari Manokwari ke Nabire.Hal ini terungkap saat anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Nabire melaksanakan Kunjungan Kerja (Kunker) ke Posko Tim Gugus Tugas Corona Virus Disease (Covid-19) di Ruangan Media Center, Kamis (2/4) pagi.Ketua Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Nabire, Viktor Fun warga Nabire yang turun di Manokwari setelah KM Tidar ditolak untuk sandar di Pelabuhan Samabusa, Nabire itu juga warga kita, warga Nabire. Mereka ini penumpang KM Tidar untuk kembali ke Nabire. Tetapi karena adanya kebijakan Gubernur Papua bersama Forkopimda Papua bersama terkaitnya lainnya, maka KM Tidar ditolak untuk masuk Nabire sehingga mereka turun di Manokwari. Oleh sebab itu, sebagai warga Nabire, pemerintah menerima kedatangan mereka.Viktor Fun menambahkan, warga Nabire sementara ini berada di luar Nabire, saat pulang mereka juga warga Nabire. Karena itu, pemerintah menerima mereka sebagai warga Nabire lainnya.Khusus untuk puluhan penumpang yang jalan kaki dari Manokwari, kata Fun, setiba di Nabire, pemerintah daerah melalui tim gugus tugas Virus Corona, akan memeriksakan kesehatan mereka sesuai dengan panduan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Oleh sebab itu, setibanya di Nabire, tidak pulang ke rumah dan keluarga masing-masing tetapi tim penanganan virus corona akan memeriksa kesehatan mereka.Fun menjelaskan, kalaupun dipulangkan, kewajiban mereka adalah tahan Kartu Tanda Penduduk (KTP) supaya tidak kemana-mana dan alamat tempat tinggal mereka juga dicatat oleh petugas.“Ini ada buku besar, sebagai petunjuk. Oleh karena itu, kita akan minta untuk isi data sesuai dengan data yang ditetapkan di dalam,” jelas juru bicara Posko, dr Frans Sayori sambil memperlihatkan buku panduan kepada anggota dewan yang kunker di Posko Penanganan Virus Corona Kabupaten Nabire. (ans)
Bagikan artikel ini



