NABIRE - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nabire menyiapkan alokasi dana sebesar Rp1,2 miliar untuk membiayai pelaksanaan ujian akhir tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Kekurangannya dibebankan kepada sekolah masing-masing untuk membiayainya dengan dana Biaya Operasional Sekolah (BOS). Dana sebesar Rp1,2 M tersebut, untuk pelaksanaan ujian SD dialokasikan sebanyak Rp700 juta dan untuk biaya ujian SMP sebanyak Rp500 juta. Tahun ini, sebanyak 130 SD akan menyelenggarakan ujian akhir di sekolah masing-masing. Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire, Viktor Tebay kepada media ini, Rabu (11/3) menjelaskan pelaksanaan ujian sekolah tingkat SD dan SMP akan dibiayai lewat Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Nabire. Kekurangan dari kebutuhan pelaksanaan ujian di sekolah, diminta supaya dibiayai dengan dana BOS sekolah masing-masing. Sebab, kata Viktor, besaran dana pelaksanaan ujian yang dianggarkan pemerintah, tidak seluruhnya dibagi habis ke sekolah. Sebab, dana tersebut sudah termasuk biaya monitoring pejabat ke sekolah-sekolah. Viktor menjelaskan, dana pelaksanaan ujian akhir untuk SD dan SMP ini bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) yang diberikan pemerintah pusat kepada pemerintah daerah Kabupaten Nabire untuk tahun anggaran 2020. Dari dana tersebut, alokasi anggaran yang diberikan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire dalam tahun anggaran ini menurun dibanding alokasi anggaran yang diterima Dinas Pendidikan tahun anggaran 2019 lalu sehingga pemerintah mengalokasi dana ujian untuk SD sebanyak Rp700 juta dan ujian SMP sebesar Rp500 juta. Sekretaris Dinas Pendidikan, Viktor menjelaskan, pelaksanaan ujian tahun ini hanya dibiayai dengan sumber dana dari DAU. Sebab, untuk dana Otonomi Khusus (Otsus), sebagian besar sudah dipotong oleh Pemerintah Provinsi Papua sehingga dana yang diserahkan ke kabupaten sedikit. Oleh sebab itu, kata Sekretaris Dinas Pendidikan, untuk menutupi kekurangan biaya pelaksanaan ujian di sekolah, sudah disampaikan kepada setiap sekolah agar membiayai sendiri kekurangan kebutuhan selama pelaksanaan ujian sekolah untuk ditanggulangi dari dana BOS.(ans)