Pemkab Nabire Akan Bentuk Tim Renaksi Mercury
NABIRE – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nabire akan membentuk tim pengurangan dan penghapusan penggunaan bahan logam berupa mercury di
Bagikan
NABIRE – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nabire akan membentuk tim pengurangan dan penghapusan penggunaan bahan logam berupa mercury di pertambangan emas baik itu pertambangan menengah maupun pertambangan rakyat di daerah ini. Sebab, bahan logam tersebut akan mempenguruhi kesehatan warga sekitar kali bila mengkonsumsi biota dari kali yang tercemar dengan mercury. Pemkab Nabire akan membentuk tim renaksi tersebut karena pemerintah melalui Peraturan Presiden (Perpres) nomor 21 tahun 2019 tentang rencana aksi nasional pengurangan dan penghapusan penggunaan mercury di pertambangan emas telah mengamanatkan kepada pemerintah di daerah untuk mengamankan Perpres tersebut dengan membentuk tim rencana aksi pengurangan mercury di daerah. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Nabire, Onesimus Bonay di ruang kerjanya, Selasa (10/3) mengatakan, penggunaan bahan logam mercury di dalam usaha penambangan emas, terutama pertambangan di atas permukaan bila mercury terhanyut di dalam air, mercury tidak bisa melebur bersama air kali tetapi akan tetap berupa bahan logam di dalam air biota yang ada di kali bisa membawa bahan mercury. Sehingga apabila masyarakat mengkonsumsi biota berupa udang, kepiting dan ikan dari kali yang tercemar dengan mercury berdampak mengganggu kesehatan konsumen (warga), akan menimbulkan penyakit mina mata. Mantan Kepala Puskesmas Samabusa ini menjelaskan, apabila sudah kena penyakit mina mata, warga akan melahirkan bayi yang berbadan kerdil, anak yang lahir cacat, dungu bahkan sampai idiot. Oleh sebab itu, kata Bonay, Pemkab melalui Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Nabire akan membentuk tim rencana aksi pengurangan dan penghapusan penggunaan mercury di area pertambangan, baik itu penambangan emas berskala menengah dengan menggunakan alat berat maupun penambangan rakyat dengan menggunakan sistim manual. Kadin LH, Bonay menduga, bahan logam berupa mercury ini tidak saja dipakai oleh penambang yang menggunakan alat berat tetapi juga penambang rakyat dengan sistim manual terutama untuk menampung emas permukaan. Oleh sebab itu, sasaran dari Tim Renaksi Kabupaten Nabire, tidak hanya di area yang dikelola perusahaan dengan menggunakan alat berat tetapi juga di arel pertambangan rakyat yang tersebar di Kabupaten Nabire. Bonay mengatakan, pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup telah mengingatkan pemerintah daerah sehingga tim renaksi tersebut akan dibentuk dalam tahun ini dengan melibatkan sejumlah dinas yang terkait untuk mendorong pengurangan dan penghapusan mercury oleh penambang emas di daerah ini.(ans)
Bagikan artikel ini



