NABIRE – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dogiyai perlu menambah Posko Penanganan Virus Corono (Covid-19) di Bomomani, tidak cukup hanya di Moanemani. Sebab, lima distrik lain di kawasan Mapia juga rawan dengan adanya jalan darat sehingga sulit kontrol di lima distrik lain di Mapia apabila tidak ada Posko Penanganan di Bomomani sebagai pintu masuk lima distrik se wilayah Mapia.Himbauan tersebut disampaikan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Dogiyai, Yoseph Minai dari kediamannya di Nabire, Jumat (3/4) menanggapi mewadahnya virus corona seantero dunia.Minai menilai, Posko gabungan Pengawasan Virus Covid-19 untuk tiga kabupaten di kawasan pedalaman Wisselmeren sudah ada di KM 100. Tetapi untuk perketat pengawasan di Kabupaten Dogiyai tidak cukup hanya di Moanemani. Sebab Bomomani juga merupakan pintu masuk untuk lima distrik lain dari Kabupaten Dogiyai, kawasan Mapia. Oleh sebab itu, legislator dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini mengusulkan agar Pemkab Dogiyai menempatkan satu posko darurat di Bomomani. Karena, selain adanya jalan darat hingga Distrik Mapia Barat, Bomomani juga sebagai tempat strategis dan pusat ekonomi rakyat dengan adanya sejumlah kios. Karena itu, untuk menyelamatkan sebagian warga dari lima distrik di kawasan Mapia, Pemkab Dogiyai perlu menambah sat posko darurat di Bomomani, tidak cukup hanya di Moanemani.Menurutnya, setiap orang dari luar Dogiyai yang masuk perlu pemeriksaan ulang di tempat. Apalagi, sistim kekerabatan masyarakat yang cukup akrab sehingga pengawasan terpaparnya virus corona di Dogiyai membutuhkan pengawasan yang ketat kepada setiap orang baru dan keluar masuknya warga.Minai juga mempertanyakan, mengapa Pemkab Dogiyai hanya menyiapkan satu posko di Moanemani, sedangkan pengawasan di kawasan tidak. Oleh sebab itu, ia menekankan posko harus dibangun di dua tempat yakni Moanemani dan Bomomani. (ans)