NABIRE - Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pendidikan Nasional kembali menawarkan 3 opsi bagi murid kelas III SMK di seluruh Indonesia yang akan mengikuti kegiatan Praktek Kerja Industri (Prakerin) di lapangan.

Ketiga Opsi tersebut antara lain, bisa melakukan Prakerin online, bisa secara langsung murid diterjunkan ke Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) dan juga bisa kegiatan Prakerin di masing-masing sekolah.

Sementara berdasarkan data yang dihimpun media ini, ada beberapa SMK yang ada di Kabupaten Nabire ini sangat kesulitan, terutama bagi sekolah yang membuka program studi kesehatan atau keperawatan.

Sebab berdasarkan salah satu protokol kesehatan, sangat keras dilarang untuk kumpulan atau berkumpulnya sejumlah orang, sehingga kini pihak sekolah sedang mencari solusi agar kegiatan Prakerin di tengah Covid bisa berjalan lancar tanpa adanya hambatan.

Sementara berdasarkan ketentuan kalender pendidikan diawal tahun pelajaran 2020/2021 ini, pada awal bulan pertengahan hingga akhir bulan Juli semua murid kelas III SMK sudah harus berada di masing-masing tempat Prakerin.

Sehingga bagi murid SMK Kesehatan Anigou Nabire hanya bisa melaksanakan kegiatan Prakerin di sekolah, sementara pihak rumah sakit dan Puskesmas yang selama ini menjadi mitra kerja didatangkan pihak sekolah untuk memberikan materi.

Untuk itu, Kepala Sekolah SMK Kesehatan Anigou Nabire Damian Djumadi Norut, S.Pd, ketika ditemui Papuapos Nabire Selasa (3/8) mengakui sangat dilematis mengijinkan anak mengikuti Prakerin di luar sekolah.

Sehingga berdasarkan hasil koordinasi antara pihaknya selaku kepala sekolah dan pihak yayasan diputuskan kegiatan Prakerin bagi murid kelas III SMK Kesehatan Anigou terpaksa dilaksanakan di sekolah.(des)