NABIRE – Pemerintah Nabire kurang berdayakan generasi muda Nabire. Generasi muda yang juga harapan masa depan bagi Nabire yang harusnya dibekali dengan berbagai ketrampilan, bukan dibiarkan begitu saja. Tidak ada pekerjaan yang disedikan bagi mereka. Sehingga, banyak anak muda Nabire yang terjun ke hal-hal yang merugikan banyak pihak.   Hal itu dikatakan, salah satu sopir mobil pelintas Jalan Trans Nabire ke Dogiyai, belum lama ini kepada media saat dipalang beberapa pemuda yang meminta uang palang ijalan pelintas Nabire ke Dogiyai. “Banyak anak muda Nabire masih gagal diberdayakan oleh pemerintah setempat,” katanya. Lanjutnya, Pemerintah Nabire seharusnya menciptakan lapangan kerja bagi generasi muda yang ada di Distrik Siriwo. Supaya mereka tidak palang dan minta-minta uang di jalan trans ini. Karena tidak adanya pekerjaan, sebagian besar generasi muda itu lakukan berbagai tindakan yang merugikan banyak orang.  Dari pemalangan, kadang mereka mengunakan alasan ayam, bebek ditabrak dan hewan yang lainnya dari hal mereka memfaatkan dalam hal kejadian ini. Kalau kami lihat secara betul bahwa ayam atau hewan yang lainnya bukan ditabrak tapi melainkan kadang mati dan disembeli sendiri, nah dari pemalang yang dimanfaatkan pengendara jadinya kami harus membayar 30 ribu, 50 bahkan sampai 100 ribu rupiah pun juga kami diminta.  “Ya, karena tidak adanya pekerjaan jadi mereka terpaksa lakukan palang jalan sebagai pelampiasan mereka. Hal itu mereka jadikan sebagai tempat cari uang,” urainya. Untuk itu, ia mengharapkan kedepan, perlu ada pemberdaykan anak muda yang ada di Distrik Siriwo. “Semua pengendara pelintas mobil Nabire ke Dogiyai meminta pemerintah harus berani ciptakan lapangan kerja. Dengan adanya lapangan kerja anak muda Siriwo bisa dapat penghasilan dengan baik dan tidak akan palang-palang jalan terus,” imbuhnya.(ris)