NABIRE - Pemerintah resmi mengumumkan pemberlakuan mandatori biodiesel B50 yang berbasis minyak kelapa sawit mentah Crude Palm Oil (CPO) mulai 1 Juli mendatang. Langkah strategis ini diambil sebagai upaya nyata pemerintah untuk menekan beban anggaran subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM), khususnya jenis solar, yang terus membengkak di dalam negeri.

Kebijakan peralihan ke bahan bakar nabati dengan campuran 50 persen minyak sawit ini langsung memicu beragam tanggapan dari para pelaku usaha otomotif dan perawatan kendaraan. Sebagian besar dari mereka mulai mengantisipasi dampak teknis yang kemungkinan akan muncul pada mesin-mesin kendaraan berbahan bakar diesel milik konsumen.

Cokro, seorang pemilik bengkel mobil lokal, memberikan pandangannya mengenai kesiapan teknis kendaraan saat ditemui langsung di bengkel miliknya pada Selasa (02/06/2026). 

Menurut pengalamannya mengantisipasi varian biodiesel sebelumnya, perubahan formula bahan bakar pasti akan memengaruhi pola perawatan rutin kendaraan.

“Kalau melihat karakteristik biodiesel, untuk perawatan pada bagian filter bahan bakar jelas akan menjadi lebih cepat ganti dari biasanya,” ujar Cokro saat menjelaskan estimasi dampak teknis penggunaan B50 pada kendaraan konsumennya.

Ia memprediksi bahwa masa pakai filter solar akan terpangkas cukup signifikan demi menjaga aliran bahan bakar ke ruang bakar tetap bersih. Cokro menyarankan para pemilik mobil diesel untuk bersiap melakukan penggantian komponen penyaring tersebut minimal satu bulan sekali guna menghindari penyumbatan.

Kendati sudah bisa memproyeksikan dampak pada sistem penyaringan, Cokro mengaku belum bisa memastikan bagaimana efek jangka panjang formula baru ini terhadap performa komponen internal mesin. Faktor keandalan jangka panjang ruang bakar masih menjadi tanda tanya bagi sebagian besar montir dan pemilik kendaraan saat ini.

“Untuk dampak langsung di dalam mesin mobilnya sendiri jujur kami belum tahu, apakah nanti ada efek sampingnya atau tidak. Hal ini karena kami dan konsumen memang belum mencoba secara langsung di lapangan,” punggkas Cokro menutup pembicaraan. (sam)