NABIRE - Bertempat di Rumah Makan Rado, Selasa (29/8) pukul 08.00 WIT, Kepala BKKBN Republik Indonesia, Dr. Surya Candra Surapaty, MPH.,PhD menggelar ramah tamah bersama Pemerintah Daerah dan Mitra Kerja Kabupaten Nabire. Turut hadir pula, Bupati Nabire Isaias Douw, S.Sos.,MAP yang diwakili oleh Asisten II Setda Kabupaten Nabire, Ir. Thaib Syafiudin., Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Nabire, Dra. Nanik S. Prihatini, serja sejumlah tamu undangan dari BKKBN Provinsi Papua dan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Nabire.   Dalam sambutan tertulis Bupati Nabire yang dibacakan Asisten II Setda Kabupaten Nabire mengatakan, kunjungan Kepala BKKBN Pusat di Kabupaten Nabire merupakan sebuah penghargaan bagi pemerintah dan masyarakat Kabupaten Nabire, sekaligus merupakan perhatian pemerintah pusat bagi kemajuan Kabupaten Nabire dalam rangka memastikan pelaksanaan program-program terkait Keluarga Berencana dan Pengendalian Penduduk di Kabupaten Nabire.  “Kami melaporkan bahwa Kabupaten Nabire saat ini dihuni oleh  penduduk asli Papua yang terdiri dari  Suku Mee, Dani, Damal, Dauwa, Moni, Auye, Wate, Waropen, Moor-Mambor, Yerisiam, Biak, Serui, dan lainnya. Sementara, penduduk Papua pendatang terdiri dari Toraja, Manado, Bugis, Buton, Jawa, Bali Maluku, Flores, Cina dan lainnya,” ungkapnya. Kata bupati, semua suku dan agama hidup rukun di Kabupaten Nabire. Karena keragaman adalah kekuatan bagi warga masyarakat Kabupaten Nabire untuk membangun daerah. Dan pada prinsipnya, pemerintah dan masyarakat memandang perbedaan sebagai kekuatan untuk membangun Kabupaten Nabire.  Menurut Bupati Isaias, jumlah penduduk di Kabupaten Nabire dari tahun ke tahun terus meningkat. Tahun 2009, jumlah penduduk di Kabupaten Nabire berjumlah 109.946 jiwa, tahun 2010 naik menjadi 130.314 jiwa, tahun 2011 bertambah lagi menjadi 138.186 jiwa, selanjutnya pada tahun 2013 mencapai  200.095 jiwa. Dan dalam beberapa tahun terakhir ini jumlah penduduk di Nabire meningkat menjadi lebih dari 250 jiwa lebih. Lanjutnya, dari jumlah tersebut, lebih dari 50 % penduduk berada di Distrik Nabire Kota dan lainnya tersebar di 14 (empat belas) distrik, baik di wilayah pesisir maupun di wilayah pegunungan. Jjumlah tersebut, usia produktif  mencapai 68.76 %  dan  usia tidak produktif  31.24 %. “Kami sampaikan bahwa, peningkatan jumlah penduduk ini bukan semata-mata karena angka kelahiran yang tinggi tetapi karena tingginya arus migrasi dari luar Papua ke Nabire. Kondisi ini membutuhkan pengendalian yang khusus, serius dan cepat dari kita semua,” katanya. Katanya, Forkopimda berkomitmen terus menjaga kondisi keamanan daerah Kabupaten Nabire selalu aman dan kondusif sebagaimana sudah kami ciptakan selama ini berlandaskan empat pilar bangsa, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI, serta dengan satu  landasan operasional, yakni otonomi khusus bagi Provinsi Papua. (cad)