NABIRE – Pemerintah Daerah (Pemda) Dogiyai diminta jangan membagikan dana Tugas Akhir (TA) atau studi akhir dan pemondokan secara kekeluargaan dan jangan diserahkan di hotel ataupun rumah makan, melainkan harsu di depan forum dan mahasiswa yang ada. Demikian disampaikan salah mahasiswa asal Kabupaten Dogiyai di Nabire, Daud DM Tebai, dalam tulisannya yang diterima media ini kemarin. Pemerintah Kabupaten Dogiyai melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan membagikan dana studi tahun 2016 jangan di hotel-hotel atau di rumah-rumah makan. Rumah makan dan hotel bukan Yamewa Pemda Dogiyai di kota study Nabire.Lanjutnya, memang lucu Pemda Dogiyai menjadikan rumah makan dan hotel sebagai Yamewa untuk membagi dana study akhir dan pemondokan di kota studi Nabire. Pemda Dogiyai tidak punya Yamewa di Kota studi Nabire kah, tanyanya.Diluar itu, menurutnya, Pemda Dogiyai bagi dana study akhir secara keluarga di tempat-tempat rahasia, maka kami juga belum tau, namun di tahun ini bahasa angin tersebar bahwa di kota studi Nabire sudah dibagikan dana study akhir oleh Antong Degei. “Mendengar bahasa itu saya dan kami mahasiswa studi akhir yang ada di kota study Nabire kaget, karena selama kami kuliah di Nabire kami dengar bantuan Pemda Dogiyai di kota study nabire hanya studi akhir tidak pernah ada bantuan lain sekalipun ada tapi Pemda dogiyai juga kasih secara rahasia jadi kami tidak pernah tau dan mungkin di luar Nabire yang selalu dapat setiap tahun sepertinya dana pemondokan dan kontrakan,” tandasnya. Imbuhnya, kemungkinan besar Pemda Dogiyai pernah membantu dana pemondokan dan studi akhir untuk kota studi Nabire, namun yang menikmati cuma di kampus Akper DIII Nabire dan badan pengurus IPMADO dan dana studi akhir untuk tahun 2016 ini sedang dipakai untuk keperluan lain oleh pihak dan oknum mahasiswa tertentu. Pemerintah kabupaten dogiyai jangan anggap bahwa Nabire tidak ada mahasiswa. Kota studi Nabire lebih banyak mahasiswa /i di banding dengan kota studi lain. Kami IPMADO Nabire tidak pernah jelas ini juga karena kelalaian Pemda Dogiyai atas permintaan kami mahasiswa Dogiyai kota study Nabire permintaan mahasiswa kepada Pemda Dogiyai. “Kami pernah minta asrama putra dan putri serta juga minta YAMEWA atau gedung serba guna untuk kami rapat dan main bola volly putra dan putri dan tempat itu tidak ginap, namun semua tidak ada tanggapan dari pemerintah daerah. Kami harus pulang kampung karena kami tidak pernah diperhatikan,” akhirnya. (wan)