JAYAPURA,- Koordinator Supervisi Pencegahan KPK Wilayah Papua, MaruliTua menuturkan sejumlah Kabupaten di Papua lambat atau jalan di tempatdalam Rencana Aksi Program Pemberantasan Korupsi Terintegrasi.“memang progress dari 29 kabupaten kota hasilnya bervariatif. Adaprogressnya yang signifikan, ada yang biasa biasa saja dan ada jugayang jalan ditempat,”ujarnya acara Monitoring dan Evaluasi RencanaAksi Program Pemberantasan Korupsi Terintegrasi, yang dihadiri olehSekda dari 29 Kabupaten/Kota se-Papua, berlangsung di Sasana Karyakantor Gubernur Papua, Senin (19/2).Oleh karena itu, Maruli mewarning sejumlah Kabupaten di Papua yanglambat melaksanakan  Rencana Aksi Program Pemberantasan KorupsiTerintegrasi tersebut.Menurut Maruli, kegitan Monev ini merupakan kegiatan penting dariproses perbaikan pembinaan sistem pengelolaan keuangan di  29kabupaten kota."Ini monitoring dan evaluasi awal di tahun 2018. Jadi kami harapkanmemang di awal tahun ini kami bisa sampaikan pesan yang jelas bahwaini adalah program yang serius, dan program penentuan berhasil ataugagalnya pembenahan pengelolaan keuangan. Ini kuncinya di tahun 2018,"tegasnya lagi.Maruli membeberkan, bahwa tahun ini pihaknya akan fokus kepenyelamatan sumber daya alam. Ada 4 hal sektor yang jadi fokusperhatian yakni kehutanan, perkebunan, sektor kelautan danpertambangan."Jadi ini merupakan rangkaian dan puncaknya pada tanggal 1 maret, akankami undang pimpinan kepala lembaga, kepala SKPD untuk bersama samatanda tangan deklarasi dan perencanaan itu,"bebernya.Ditambahkan, tahun depan proses pencegahan korupsi tidak terlalubanyak, sebab ada  proses politik (Pemilu legislatif dan PemilihanPresiden), hal yang menurut Maruli, ini dikhawatirkan mempengaruhikondisi dan keputusan pejabat di daerah mengenai tata kelola keuangan.Tandasnya. (Bams)