NABIRE - Telah kita ketahui bahwa pada akhir pekan lalu telah dilakukan peletakan batu pertama pembangunan SMA Unggulan berpola Asrama oleh Kepala Dinas Pendidian Provinsi Papua Elias Wonda, S.Pd.,MH di wilayah Meepago yang berkedudukan di Kampung Nusantara Kimi, Distrik Teluk Kimi  Kabupaten Nabire.Menurut cita–cita dan impian Almarhum Julian Jap Marey untuk membangun SMA Unggulan di wilayah Adat Meepago harus berkedudukan di Nabire dan setiap tahun lulusan SMP/MTs sekabupaten Meepago harus mengirimkan perwakilannya untuk melanjutkan pendidikan di SMA unggulan.Dari catatan yang pernah ditinggalkan almarhum Julian Jap Marey, kita bisa dapat orang–orang hebat dari mana saja, akan tetapi untuk mendapatkan orang pintar, cerdas dan bermoralitas serta disiplin hanya lewat dunia pendidikan atau bangku sekolah.Karena selaku mantan Panglima Organisasi Papua Merdeka (OPM) di era tahun 1960-an hingga tahun 1980-an atau selama tiga puluh tahun almarhum bermimpi untuk membangun negara dalam negara, akan tetapi kini beliau membangun kampung dalam negara yang harus dimulai dari pendidikan.Sehingga dengan pelepasan adat tanah 8 Ha dari keluarga Marey kepada pihak Pemerintah Kabupaten Nabire dan Provinsi Papua melalui Dinas Pendidikan, sesungguhnya almarhum ingin Papua dibangun melalui pendidikan agar maju dan setara dengan daerah lain yang ada di Indonesia.Sebab dari tanah 8 Ha dan bangun SMA unggulan pola asrama yang ada di Kampung Nusantara Kimi, dipastikan pada 15 hingga 20 tahun mendatang kita akan melihat sejumlah deretan anak Papua yang pintar, cerdas dan bermoralitas berdiri dan membangun tanah Papua dengan segala kemampuannya.Untuk itu, jika kita ingin Papua dan Nabire serta Meepago dibangun hanya bisa melalui dunia pendidikan, sehingga kepada semua Bupati sewilayah Meepago diharapkan memberikan dan mendukung pembangunan pendidikan dan kesehatan sebagai pembangunan skala prioritas di kabupaten masing-masing.(des)