NABIRE – Sebanyak 6 orang dari tim Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Republik Indonesia tiba di Kabupaten Nabire untuk selanjutnya melakukan survey lapangan pembangunan Rumah Khusus (Rumsus) bagi para hambah Tuhan, tokoh dan pelintas Batas. Dimana untuk Kabupaten Nabire mendapatkan jatah sebanyak 10 buah rumah khusus. Untuk itu enam orang Tim Kementerian PU pada Jumat (31/7) disambut langsung oleh Ketua Tim HIPMAS Kabupaten Nabire, Susana Udam, Ketua Tim HIPMAS Dogiyai Daniel Gobay, S.Sos Ketua Tim Hipmas Deiyai Ericson Edoway dan Ketua Tim HIPMAS Kabupaten Paniai Yulianus Nawipa .Pantauan media ini, ketika tim PU tiba langsung melakukan pertemuan dengan Kepala Dinas PU Kabupaten Nabire Joko Sungkono untuk menyampaikan maksud dan tujuan kedatangan mereka ke Kabupaten Nabire, Dogiyai, Deiyai dan Kabupaten Nabire guna melihat dari dekat lokasi yang akan dibangun rumah khusus tersebut.Pada kesempatan itu, Kadin PU Nabire Joko Sungkono mengatakan, sebagai pemerintah daerah kami akan bantu soal hal—hal yang diminta atau dibutuhkan, karena bantuan rumah khusus ini sifatnya sangat membantu pemerintah daerah untuk pembangunan rumah layak huni bagi pihak agama, tokoh adat dan juga pelintas batas.Sehingga diharapkan adanya kejujuran dan keterbukaan baik itu dari PU pusat maupun tim HIPMAS, agar kedepan bukan hanya 10 rumah yang akan dibangun, akan tetapi ada lebih banyak lagi. Untuk itu saya minta semuanya harus terdata dan terprogram. “Ini langkah awal dan bila kita ingin program jalan terus, maka data dibuat baik dan terstruktur,” kata Joko.Sementara itu perwakilan Tim PU Pusat kepada media ini menambahkan, ini program yang diajukan oleh Majelis Rakyat Papua (MRP) pada tahun 2013 silam, sehingga ada 150 buah rumah yang disetujui bagi 14 kabupaten dari 29 kabupaten/kota di tanah Papua, dimana secara garis besar dari program rumah khusus ini pada tanggal 29 Juli 2015 telah dilakukan peletakan batu pertama di Kabupaten Tolikara oleh Bapak Presiden RI Ir. H. Joko Widodo.Untuk itu pada saat ini kami hadir guna melakukan survey lokasi yang mana kita akan melihat dari dekat untuk Kabupaten Nabire, Dogiyai, Deiyai dan Kabupaten Panai, dimana masing-masing kabupaten mendapatkan jatah sebanyak 10 unit rumah bantuan khusus bagi pelintas batas, pejabat lembaga keagamaan dan kepala suku. (des)