Pemasok Miras Pedalaman Perlu Ditindak
DOGIYAI – Menjalang Pilkada di Kabupaten Dogiyai perlu adanya pengawasan dan penertiban minuman beralkhol, untuk itu pemerintah dan pihak Kepolisian Resor (Polres) Nabire segera menindak tegas Pemasok Minuman Keras (Miras) yang dikirim ke pedalaman (daerah) tersebut.Masyara
Bagikan
DOGIYAI – Menjalang Pilkada di Kabupaten Dogiyai perlu adanya pengawasan dan penertiban minuman beralkhol, untuk itu pemerintah dan pihak Kepolisian Resor (Polres) Nabire segera menindak tegas Pemasok Minuman Keras (Miras) yang dikirim ke pedalaman (daerah) tersebut.Masyarakat Dogiyai, saat ini mulai resah dengan adanya pemasok Miras di daerah Kabupaten Dogiyai. Pemuda-pemudi di Dogiyai juga kini mulai perlahan-lahan sudah merasakan dampak dari minuman beralkhol itu. “Bukan hanya itu saja, tempat hiburan dan judi sudah mulai marak, kami minta segera ditindak. Supaya daerah Dogiyai aman saat menjalankan Pilkada dan membangun daerah,” terang sumber terpercaya media ini kemarin.
Bila minumann keras sudah ditindak, maka keresahan ataupun ketakutan warga pasti akan mulai berkurang. Oleh karena itu, katanya, segera pihak-pihak terkait, pemerintah DPRD dan para anggota segera menindak pemasok minuman keras. “Pesta Demokrasi di Dogiyai tinggal beberapa hari lagi. Sweeping jangan hanya di masyarakat yang sedang beraktifitas, tetapi melainkan sweeping saat mobil lintas datang, bila perlu mulai dari pos jalan poros pertigaan SP harus diperiksa jangan dibiarkan saja,” tegasnya.Lanjut dia, karena minuman keras sangat berdampak kepada anak-anak kami. Bukan hanya itu, begitu pula para pejabat atau yang lainnya akan sangat sulit melayani masyarakat yang akhirnya semua malas-malas karena dipengarui oleh minuman tersebut.“Saya mengharapkan kepada pak Kapolres Nabire, harus ada penjagaan di jalan poros pertigaan SP supaya pemasok minuman ke pedalaman ini harus dicegah, siapapun dia yang membawa miras harus ditindak jangan dibiarkan saja. Kami masyarakat kabupaten Dogiyai pasti menginginkan aman, damai dan tentram,” tuturnya.(ris)
Bagikan artikel ini



