Pelatihan Pengelasan Disnakertrans Nabire Hasilkan Pengusaha Papua

NABIRE - Pelatihan kerja yang diselenggarakan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Nabire pada tahun 2024 lalu telah menunjukkan hasil nyata. Program pengelasan yang dikhususkan bagi Orang Asli Papua (OAP) ini, didanai melalui dana Otonomi Khusus (Otsus), berhasil mencetak para lulusan yang kini mampu membuka usaha mandiri. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) lokal.
Kepala Bidang Pelatihan Kerja dan Produktivitas Tenaga Kerja, Tience Pigome, S.Sos, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (21/8/2025), mengungkapkan rasa bangganya terhadap para alumni.
"Keberhasilan ini adalah salah satu fokus kami. Peserta yang sudah mengikuti pelatihan kini sudah bisa membuat kanopi dan pagar bak mobil, bahkan sudah membuka bengkel sendiri," ujar Tience.
Ia menambahkan bahwa program ini bertujuan untuk memberikan keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja.

Salah satu alumni yang berhasil membuka usaha adalah mereka yang mendirikan bengkel. Tience Pigome menyebutkan bahwa bengkel-bengkel ini berlokasi di Jalan Auri dan Jalan Ambon, Nabire.
Keberadaan bengkel ini tidak hanya menyediakan layanan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi sumber penghasilan mandiri bagi para pelakunya.
Keberhasilan ini tidak lepas dari bimbingan intensif selama masa pelatihan. Para peserta diajarkan teknik-teknik pengelasan dasar hingga mahir serta dibekali pemahaman tentang material dan keselamatan kerja. Kurikulum yang disusun disesuaikan dengan kebutuhan pasar agar para lulusan bisa langsung mengaplikasikan ilmunya.
Untuk memastikan keberlanjutan usaha para alumni, Disnakertrans Nabire tidak berhenti setelah pelatihan selesai.
Tience Pigome menjelaskan, pihaknya juga melakukan monitoring terhadap para peserta yang lulus tahun lalu. "Kami terus pantau perkembangan mereka. Ini penting untuk mengetahui sejauh mana mereka berkembang dan kendala apa yang dihadapi," katanya.

Dari hasil monitoring, ditemukan beberapa tantangan yang dihadapi oleh para pengusaha ini. Salah satu kendala utama adalah tidak ketersediaan tempat usaha yang memadai serta permodalan. Kedua hal ini menjadi hambatan klasik bagi para perintis usaha.
Meskipun demikian, Disnakertrans tetap berupaya memberikan dukungan semaksimal mungkin. "Kami memang hanya bisa menyediakan alat-alat pelatihan, tetapi kami berharap dukungan ini bisa menjadi modal awal yang kuat bagi mereka untuk memulai usaha," tandasnya, seraya menyatakan dukungan ini menjadi fondasi yang berharga bagi para lulusan untuk memulai bisnis mereka.(sam)
Bagikan artikel ini



