Pelatihan Budidaya Tani Digelar di Dogiyai
IKRAR - Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan (Dinas P3) Kabupaten Dogiyai kembali menggelar pelatihan dibidang pertanian, peternakan dan perikanan. Materi yang diberikan bersifat pengetahuan umum di 3 bidang tersebut. Dengan tujuan, agar petani Dogiyai tidak hanya menj
Bagikan
IKRAR - Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan (Dinas P3) Kabupaten Dogiyai kembali menggelar pelatihan dibidang pertanian, peternakan dan perikanan. Materi yang diberikan bersifat pengetahuan umum di 3 bidang tersebut. Dengan tujuan, agar petani Dogiyai tidak hanya menjadi petani. Tetapi betul-betul menjadi petani yang professional yaitu petani yang mengerti akan profesinya.
Pelatihan dan pembinaan tersebut berlangsung tanggal 30 November 2013 lalu dengan menghadirkan 6 orang petani dari masing-masing kampung yang berada di Kabupaten Dogiyai.
“Pelatihan kami pusatkan di tiga tempat, yaitu di Ikrar untuk petani yang berasal dari Distrik Kamuu Utara dan Kamuu Timur, tempat kedua di Moanemani untuk masyarakat Distrik Kamuu, Distrik Dogiyai dan Distrik Kamuu Selatan. Sedangkan untuk 5 distrik yang ada di Mapia, dipusatkan di Aula Distrik Mapia di Bomomani,” ujar Sekretaris panitia, Oktovianus Degei, belum lama ini.
Dalam data yang disodorkan Okto, ketua panitia Muhamad Irbandono menjelaskan soal posisi strategis yang dimiliki Kabupaten Dogiyai dalam pengembangan pertanian, peternakan dan perikanan di wilayah Tengah Papua, khusus di pegunungan. Kabupaten Dogiyai serta sejumlah kabupaten tetangga memiliki potensi yang sungguh amat luar biasa yang bila dikembangkan dan didampingi serius akan muncul petani-petani yang berhasil di kemudian hari.
Menurut Irbandono, Dogiyai selain memiliki potensi kopi dan kacang tanah, daerah ini penuh dengan sayur-sayuran seperti wolter, sayur hitam, buah jepang, bawang merah dan bawang putih, petatas, keladi serta koll. Masyarakat sepanjang pegunungan Kobouge ini juga merupakan peternak babi. Sejak turun temurun, jenis binatang ini menjadi peliharaan utama selain ternak-ternak lain.
Kata Irbandono, program pendampingan dan pelatihan perlu dilakukan dari waktu ke waktu guna menumbuhkan kesadaran dari masyarakat tani itu sendiri. Tanpa kesadaran dari tani untuk mengembangkan usaha dibidang pertanian, sama saja bohong. Kedepan, pihaknya memberi perhatian penuh pada pembangunan pusat-pusat percontohan agar masyarakat dengan mudah mencontohinya.
Kegiatan pelatihan yang dipusatkan di tiga tempat tersebut diakhir dengan foto bersama antara pera pemateri dengan peserta.(nd)
Bagikan artikel ini



