Pegawai Rumah Sakit Demo Tuntut Haknya
NABIRE – Pegawai Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nabire menggelar aksi untuk kesekian kalinya menuntut haknya. Selasa (15/5) pagi, pega
Bagikan
NABIRE – Pegawai Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nabire menggelar aksi untuk kesekian kalinya menuntut haknya. Selasa (15/5) pagi, pegawai kembali melakukan aksi menuntut haknya berupa uang lauk pauk (ULP), insentif dan honor yang belum terbayarkan sejak bulan Januari 2018 lalu. Aksi ini melibatkan PNS dan tenaga honorer yang ada di RSUD Nabire. Pantuan media ini di lokasi aksi, awalnya sempat dilakukan pertemuan di RSUD Nabire mempertanyakan pembayaran uang lauk pauk dan insentif bagi pegawai yang berstatus PNS maupun uang honor bagi tenaga honorer. Aspirasi ini sebenarnya sudah cukup lama dan sudah beberapa kali disampaikan. Namun sejauh ini belum ada jawaban pasti kapan tuntutan pembayaran ULP, insentif dan honor itu akan dibayarkan.Uang honor para pegawai honorer, ULP dan insentif (hak) bagi para perawat, bidan dan dokter terhitung lima bulan belum dibayar oleh pemerintah daerah. Hal ini berbuntut Selasa (15/5) kemarin semua pegawai RSUD Nabire melakukan aksi yang sempat mengancam akan melakukan aksi mogok bekerja. Aksi yang dilakukan oleh para pegawai dan honorer ini, sesungguhnya bukan diprovokasi oleh pihak manapun. Tetapi merupakan aksi spontanitas yang dilakukan guna menjawab dan menuntut hak mereka.Aksi para petugas atau pegawai di RSUD Nabire ini sempat menyita perhatian publik. Semua petugas hanya berdiri di depan kantor RSUD Nabire, sementara di tiap-tiap ruangan nginap hingga ruangan kantor terlihat sepi alias tidak ada aktifitas pelayanan yang dilakukan para tenaga medis maupun lainnya.Dan aksi tersebut berlanjut hingga sore hari, walaupun pada pagi harinya Wakil Bupati Nabire, Amirullah Hasyim telah turun menemui para petugas dan pegawai RSUD Nabire. Namun aksi tetap berlanjut. Sekitar pukul 15.37 WIT, Bupati Nabire, Isaias Douw bersama Wakil Bupati Amirullah Hasyim turun langsung ke RSUD Nabire dan menemui massa aksi mogok yang sudah berjam-jam berdiri di seputar halaman RSUD Nabire. Pada saat bupati bersama wakil bupati tiba didamping Direktur RSUD Nabire, Bupati Douw lansung meminta tiga orang perwakilan untuk bertemu dengan dirinya di salah satu ruangan. Tetapi para petugas atau pegawai RSUD yang sudah lama menunggu tidak menerima tawaran atau permintaan bupati.Sehingga, Bupati Isaias kembali menuruti permintaan pegawai dengan langsung melakukan tatap muka bersama di halaman Kantor RSUD Nabire. Namun Bupati Nabire kembali meminta tiga orang perwakilan yang bisa bicara mewakili semua pegawai untuk menyampaikan aspirasinya.Setelah ketiga perwakilan menyampaikan maksud dan tujuan mogok kerja itu, Bupati Isaias Douw secara langsung mengatakan, pembayaran honor para honorer sesungguhnya menjadi hak pemerintah daerah dalam hal ini Bupati Nabire dan pembayarnnya pun harus berdasarkan Surat Keputusan (SK) dari bupati.Dirinya selaku Bupati Nabire hingga saat ini tidak tahu dengan masuknya sejumlah pegawai honorer yang sedang bekerja di masing–masing Satuan Kerja Perangkat daerah (SKPD) yang ada di Kabupaten Nabire serta tanpa ada SK dari Bupati.Bupati Nabire pada Selasa (15/5) telah menandatangani 209 SK bagi para honorer yang kini bertugas di RSUD Nabire. Dengan catatan 209 orang honorer ini wajib membersihkan halaman hingga bahu jalan dan wajib absen eletronik setiap hari.Sementara terkait insentif bagi para pegawai, bidang, perawat dan dokter, Bupati Douw secara teges menyatakan pembayaran ULP dan insentif akan dilakukan dalam satu atau dua minggu kedepan. Dengan harapan semua kembali melaksanakan tugas melayani pasien yang ada di RSUD Nabire. (des/ros))
Bagikan artikel ini



