NABIRE - Tim Gugus Tugas Percepatan Pencegahan dan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Kabupaten Nabire yang diketuai Bupati Nabire melalui juru bicaranya (Jubir, red) telah mengumumkan hasil pemeriksaan swab test atau Polilymerase Chain Reaction (PCR) terhadap empat sampel darah dari tiga (3) ODP dan 1 PDP sebelumnya. Pengumuman hasil tes swab bertempat di ruang Rapat Setda Nabire, Jumat sore (17/04/2020) itu disebutkan, 3 orang dalam pemantauan tersebut dinyatakan positif corona dan 1 pasien dalam pengawasan dinyatakan negatif.   “Dari empat sampel swab yang telah diperiksa di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkerda) Jayapura terbukti ada tiga sampel ODP dinyatakan positif, sementara untuk satu sampel milik PDP negatif,” terang Jubir gugus tugas penanggulangan Covid-19 Kabupaten Nabire, dr. Frans Sayori, kepada sejumlah awak media kemarin.  Selanjutnya, terang dr Frans, pasien yang dinyatakan positif akan menjalani perawatan di RSUD Nabire selama 14 hari kedepan dan setelah 14 hari akan dilakukan pemeriksaan swab test ulang nantinya. Terkait penanganannya sendiri, jelas Sayori, akan diserahkan ke pihak RSUD Nabire. “Yang jelas untuk penanganan tim di RSUD Nabire yang telah ditunjuk sebagai rumah sakit rujukan. Kami di tim gugus untuk pencegahan dan pengawasan sesuai protap yang ada,” ujarnya. Sementara itu, pelaksana tugas harian Direktur BLUD RSUD Nabire, Steven Mareku ditemui terpisah ketika dikonfirmasikan terkait kesiapan rumah sakit dalam penanganan ketiga pasien positif tersebut menjelaskan, pihaknya (RSUD Nabire) telah siap menangani pasien positif corona tersebut.  Mereka (pasien ODP yang dinyatakan positif terjangkir corona tersebut), terang Steven, sore hingga petang kemarin sedang dan sudah dijemput oleh tim yang ditugaskan, baik ambulance dengan pengawalan dari pihak aparat keamanan.   “Ketiga orang tersebut kini tengah dijemput pakai mobil ambulance. Mereka sedang dijemput saat ini, sore ini juga mereka akan menjalani perawatan di rumah sakit selama 14 hari kedepan dari jumlah ruangan yang disiapkan sebanyak 5 ruangan isolasi,” ujarnya. Menjawab pertanyaan wartawan seputar isolasi mandiri sebelumnya dan bagaimana selanjutnya penanganan dengan keluarga pasien, imbuh Mareku, ketiga pasien ini telah melakukan isolasi di rumah dengan hasil positif tersebut maka selanjutnya pihak keluarga akan dipantau terus oleh pihak medis dan aparat keamanan.  Walaupun saat ini Alat Pelindung Diri (APD) yang ada di rumah sakit rujukan Nabire sangat terbatas bahkan tergolong kurang hanya sanggup hingga 3 hari kedepan, pihak RSUD Nabire siap untuk menangani kasus positif Covid-19 tersebut.  Tentunya, tandas Steven Mareku, sangat berharap adanya dukungan pihak pemerintah dalam penanganan kasus corona di daerah ini. Keterbatasan stok alat pelindung diri di RSUD Nabire di kawasan Meepago itu perlu didukung oleh pemerintah. “Kami punya lima ruang isolasi, semoga ini bisa atau cukup menangani kasus positif corona. Kami mohon doa masyarakat agar masalah ini dapat teratasi dengan baik,” pungkasnya.(wan)