Pasien Covid-19 di Nabire, 2 Membaik dan 1 Sesak Ringan
NABIRE - Kondisi kesehatan tiga pasien positif Corona Virus Disease-2019 (Covid-19) yang kini sedang dirawat dalam ruang isololasi BLUD RSUD
Bagikan
NABIRE - Kondisi kesehatan tiga pasien positif Corona Virus Disease-2019 (Covid-19) yang kini sedang dirawat dalam ruang isololasi BLUD RSUD Nabire terus menunjukkan perkembangan. Dua pasien sudah tak ada keluhan dan 1 pasien sesak ringan. Hal itu disampaikan oleh Ketua Tim Covid-19 BLUD RSUD Nabire, dr. Mawartyh Susanty, Sp.P kepada wartawan ketika mengisi acara opini publik di Radio Republik Indonesia (RRI) Pro Satu Nabire, Selasa (21/4/20). “Setiap hari kami terus pantau dan puji Tuhan perkembangan pasien semakin membaik, dimana 2 pasien tidak ada keluhan dan 1 berkeluhan sesak ringan,” ujar dr. Mawartyh. Diungkapkan dr. Mawartyh bahwa kondisi pasien diketehui setelah pihaknya memeriksa melalui lep dan rodiologi. Selain itu kontak langsung dengan ketiga pasien menanyakan keluhan. Dikatakan dr. Mawartyh, tidak sebatas itu. Akan tetapi tim medis tiap hari sedang memberikan terapi obat dan memberikan asupan gizi makanan kepada ketiga pasien tersebut. “Tiap hari kami tetap pantau. Baik melalui kontak langsung dan kontak tak langsung melelui telepon seluler dengan pasien, jika ada keluhan tetap kami lakukan tindakan atau pemeriksaan yang perlu dilakukan,” aku dr. Mawartyh. Dokter Mawartyh mengaku, agar imun tubuhnya tidak down lantas para pasien merasa dalam penjara sehingga sala satu terapi yang pihaknya terepkan adalah komunikasi melalui via han phone(hp) dengan keluarga. Sementara itu, Juru Bicara Covid-19 Kabupaten Nabire, dr. Frans Sayori, M.Kes mengatakan, walaupun tiga posien covid kini kondisi kesehatan mereka sudah memulai membaik, akan tetapi perlu ada tes swab lagi untuk menentukan masih ada virus atau tidak dalam tubuh. “Untuk sementara belum bisa kami belum lakukan tes swab karena tak ada alat virus teransfer media (VTM). Mudah-mudahan satu dua hari kedepan ada VTM supaya kami bisa lakukan tes swab lagi,” tuturnya. dr. Sayori menghimbau kepada masyarakat bahwa waspadah bole, tapi jangan dikuasai ketakutan yang berlebihan. Tetap jaga jarak. Jika keluar rumah tetap pake masker.(eby)
Bagikan artikel ini



