ENAROTALI – Si jago merah mengamuk lagi di kompleks Pasar Enarotali Paniai. Api membakar habis belasan kios dan beberapa rumah warga yang ada disekitarnya. Kebakaran terjadi sekitar pukul 08.30 WIT, Rabu (16/7) lalu. Warga setempat yang dibantu pihak keamanan yang sedang melakukan upaya pemadaman di tempat kejadian. “Kami juga kaget karena ada asap yang menggepul ke atal dari salah satu kios. Sehingga saat ini kami sedang mengupayakan pemadaman, agar api tidak menjalar ke kios dan rumah warga,” kata salah seorang warga.Pantauan Humas Pemda Paniai, Servius Adii, akibat kebakaran akitivitas seperti pasar, kantor dan Bank Papua yang ada disekitar lokasi kebakaran tidak beraktivitas. Warga terlihat berkumpul menonton kebakaran yang terjadi.“Belum ada informasi yang pasti tentang kebakaran yang terjadi itu akibat apa ? Lalu, jumlah keseluruhan kios dan rumah warga juga belum pasti. Dan kerugian akibat kebakaran juga belum bisa dipastikan,” kata Servius.Sementara itu, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Papua, Komisaris Besar (Pol) Sulistyo Pudjo ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, tak ada korban jiwa dalam insiden itu, namun kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.“Dugaan sementra penyebab kebakaran karena kosleting listrik. Kini anggota Polres Paniai masih melakukan pengamanan di lokasi karena masyarakat masih banyak yang berada di sana untuk menyelamatkan barangnya,” kata Pudjo, Kamis (17/7) petang.Sementara Kapolres Paniai, Ajun Komisais Besar (Pol) Daniel Prionggo mengatakan, pihaknya menurunkan belasan personil dengan tiga mobil tangki air milik warga untuk memadamkan api ketika peristiwa terjadi.“Tak ada korban jiwa karena ketika kejadian warga langsung meninggalkan rumah dan kios mereka. Berdasarkan keterangan saksi, Udin dan Acok, api muncul dari rumah tingkat milik Hj. Ruga. Kala itu listrik sempat padam, namun ketika menyala lagi, mucul percikan api dari rumah itu,” ujar Daniel Prionggo via selulernya, Kamis (17/7) malam.Kata dia, api kemudian membakar rumah Hj. Ruga lalu merembet ke belasan kios dan counter yang ada di sekitar. Pukul 10.00 WIT, api bisa dipadamkan warga dengan menggunakan tiga mobil tangki pengangkut air milik warga. (ist)