MAKIMI - Pasar dan terminal Swadaya yang dibangun tokoh Pembangunan Distrik Makimi, telah rampung. Pasar telah selesai dan digunakan oleh masyarakat pada tahun 2020 lalu.

Sementara kelanjutan pembangunan Terminal juga diselesaikan pada tahun yang sama. dan kini ditata sedeMIkian rupa untuk penambahan pembangunan Ruko yang dijadwalkan akan dibangun bulan April mendatang.

Dengan selesainya dua pembangunan fasilitas ini, membuat tokoh pembangunan asal Distrik Makimi, Baldus Rumbobiar, angkat bicara dan menagih janji Pemerintah Kabupaten Nabire. Sebab masalah pembangunan pasar swadaya ini pernah diselesaikan langsung di Kantor Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) dan dijanjikan akan diselesaikan pembayarannya.

Namun hingga saat ini juga belum ada realisasi pembayaran dari Pemda Nabire.  Dan kala itu pasar ini langsung ditinjau oleh Bupati Nabire saat itu, Isaias Douw, S.Sos, MAP.

“Dengan pembangunan pasar dan terminal ini kami terus dijanji, namun hingga saat ini belum ada relasisasi pembayaran. Sementara dari hal lain yang membuat kami berkeyakinan akan dilakukan pembayaran ganti rugi, dimana Pemda Nabire telah menurunkan seorang konsultan untuk menghitung seluruh isi bangunan pasar dan terminal pada tahun 2020 lalu,” kata Baldus Rumbobiar kepada Papuapos Nabire, Sabtu (27/3) di seputar pasar swadaya di ibukota Distrik Makimi.

Lanjutnya, pesan Bupati Nabire saat itu, Isaias Douw yang selalu diingatnya selaku tokoh, semua kerugian dari bangunan pasar dan terminal swadaya Kampung Lagari Jaya akan diperhitungkan. Sehingga dengan janji-janji itu membuat pihaknya terus berteriak meminta perhatian dari pemerintah.

“Dan ini sifatnya kami menagih janji untuk mengembalikan seluruh biaya pribadi kami oleh Pemda Nabire,” ujarnya. (des)