NABIRE – Pemerintah perlu membangun sebuah Rumah Sakit Khusus (RSK) Bayi Tabung untuk memperbanyak populasi penduduk orang asli Papua (OAP). Karena, Provinsi Papua ini, populasi penduduk OAP masih kurang akibat banyak keluarga OAP yang tidak punya anak.Usul tersebut disampaikan Kepala Perwakilan Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Papua, Charles Braban, kepada pemerintah pusat melalui Kepala BKKBN dalam Rapat Koordinasi dan Rapat Kerja Nasional BKKBN yang digelar 12 - 13 Januari lalu di Jakarta.Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Nabire, Andarias Kambuaya di ruang kerjanya, Selasa (25/2) menjelaskan, usulan tersebut sudah ditanggapi serius oleh Kepala BKKBN pusat. Karena, Kepala BKKBN yang sekarang berlatarbelakang dokter. Namun, karena pejabat juga baru sehingga usulan dari Papua hanya ditanggapi serius.Usulan dari Papua ini juga didukung oleh Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kabupaten Nabire. Karena, di Provinsi Papua program KB bukan untuk membatasi jumlah anak di dalam keluarga, tetapi justru sebaliknya keluarga OAP di Papua perlu penambahan jumlah anak di dalam keluarga untuk menambah populasi warga OAP di Pulau Kasuari ini. Dan anak-anak orang asli Papua yang lahir harus yang berkualitas, tidak sekedar mengejar jumlah anak yang lahir didalam keluarga.Kambuaya menjelaskan program KB di Provinsi Papua dan Papua Barat, bukan untuk membatasi anak di dalam keluarga seperti yang distigma sebagian warga untuk program KB di daerah ini. Program KB di dua provinsi tertimur ini, anak yang lahir dari setiap keluarga harus yang berkualitas, tidak semata-mata hanya mengejar jumlah anak yang lahir di setiap keluaga.Oleh sebab itu, Kambuaya menambahkan, anak yang lahir dari setiap keluarga harus yang berkualitas, merupakan tugas dan tanggung jawab setiap keluarga yang melahirkan anak untuk mendidik, dan membesarkan anak dengan memberikan pelayanan pendidikan dan kesehatan di dalam setiap keluarga sehingga anak-anak Papua nantinya berkualitas sehingga kita menyiapkan generasi emas Papua. Sebaliknya, apabila hanya mengejar jumlah anak, tanpa memperhatikan kualitas anak dengan tidak mendidik, mengasuh dan membina disertai dengan pelayanan pendidikan dan kesehatan kepada anak-anak yang lahir, sekalipun anak yang lahir banyak tetapi tidak menyiapkan anak-anak yang berkualitas, maka itu kita gagal menyiapkan anak-anak yang berkualitas. Kambuaya mengingatkan, menjadi beban dan tanggungjawab setiap keluarga untuk menyiapkan anak-anak Papua yang berkualitas dengan memberikan perhatian pendidikan dan kesehatan anak-anak dan membina dan mendidik anak sejak dini dari dalam setiap keluarga. Kambuaya juga mengingatkan agar kesehatan yang baik dan pendidikan anak-anak sejak dini harus dimulai dari keluarga, bukan sebaliknya hanya mengejar jumlah anak yang lahir dengan mengabaikan kebutuhan dasar anak berupa sandang, pangan, kesehatan dan pendidikan.(ans)