Pantau Persiapan PSU, Dir Intelkam Polda Papua Kunjungi Nabire
NABIRE – Dalam rangka melakukan pemantauan persiapan menjelang Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Nabire pasca putusan Mahkamah Kons
NABIRE – Dalam rangka melakukan pemantauan persiapan menjelang Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Nabire pasca putusan Mahkamah Konstitusi, Dir Intelkam Polda Papua, Kombespol Guntur Agung Supono, S.Ik., M.Si, kunjungi Nabire, Senin (7/6/21) kemarin. Di hari pertama kunjungannya, Dir Intelkam Polda Papua, menggelar pertemuan dengan PJU Polres Nabire, KPU Nabire serta Bawaslu Nabire, di ruang RBP Polres Nabire.
Pertemuan yang dimulai sekiatar pukul 14.15 WIT, Dir Intelkam Polda Papua, Kombespol Guntur Agung Supono, S.Ik., M.Si, didampingi Kapolres Nabire, AKBP Kariawan Barus, S.H., S.I.K., M.H, bersama Ketua KPU Nabire, Wilhelmus Degey, S.Kom, Ketua Bawaslu Nabire, Adriana Sahempa, S.Pak dan diikuti PJU Polres Nabire.
Di awal pertemuan, Kapolres Nabire melaporkan untuk wilayah hokum Polres Nabire dalam kondisi aman. Namun dirinya mengakui masih adanya peningkatan kasus kejahatan jalanan (jambret dan pencurian) yang sudah diungkap dan dalam waktu dekat akan di laksanakan press rilis.
Terkait tahapan PSU Pilkada Nabire, kata Kapolres Kariawan Barus, secara umum sudah berjalan dengan baik.
“Kami juga sudah berusaha bersama KPU dan Bawaslu Nabire untuk sama-sama bekerja demi kesuksesan Pilkada di Nabire,” ujarnya.
Lebih lanjut dijelaskan Kapolres Nabire, dalam rangka tahapan PSU sudah direncanakan dengan baik seperti BKO Brimob 100 personil dan BKO Gasum 200 personil guna membantu pengamanan PSU Pilkada Nabire. Dengan perkuatan PAM tiap TPS 2 personil yang mana diperkirakan sebanyak 305 TPS.
“Saya sampaikan bahwa kami sangat bersyukur atas kehadiran Dir Intelkam Polda Papua karena kita dapat banyak bertanya dan belajar dari beliau,” ujarnya.
Setelah sambutan dari Kapolres Nabire, dilanjutkan berturut-turut masing-masing, paparan Kasat Intelkam terkait tahapan pelaksanaan PSU Pilkada Nabire tahun 2020, paparan Kabag Ops terkait kesiapan pengamanan pelaksanaan PSU Pilkada Nabire, paparan Ketua KPU Nabire terkait pelaksanaan PSU Pilkada Nabire, dan paparan Ketua Bawaslu Nabire terkait pengawasan tahapan pelaksanaan PSU Pilkada Nabire.
Sementara itu, Dir Intelkam Polda Papua, Kombespol Guntur Agung Supono, S.Ik., M.Si, dalam arahannya menyarankan tetap dilaksanakan metode pertemuan ataupun coffee morning dalam rangka membangun kerjasama maupun mencari solusi dalam menghadapi permasalahan pelaksanaan PSU Pilkada Nabire.
Terkait dengan terjadinya pergeseran mundur jadwal pelaksanaan PSU Pilkada Nabire, dirinya berharap ini menjadi hal yang positif. Dengan harapan lebih mematangkan kesiapan tahapan PSU Pilkada Nabire. Lanjut dia, anggaran pelaksanaan PSU Pilkada Nabire sudah ada. Dirinya mengajak para pihak untuk manfaatkan dan mengelola anggaran sesuai dengan pelaksanakan tahapan PSU Pilkada Nabire dan jangan sampai ada temauan terkait anggaran.
“Dalam rangka pemutahiran DPS dan DPT pelaksanaan PSU Pilkada Nabire harus lebih diperhatikan. Karena hal tersebut merupakan poros permasalahan Pilkada Nabire. Dukcapil Nabire mungkin dapat bekerjasama dengan pihak Dukcapil kabupaten lainnya guna membantu proses perekaman e-KTP para pemilik hak suara Kabupaten Nabire,” tuturnya.
Kombespol Guntur Agung Supono mengatakan, aparat keamanan dalam hal ini Polri dan TNI dapat membantu sosialisasi DPS dan DPT PSU Pilkada Nabire. Dengan tujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk mencegah dan mengurangi potensi gangguan Kamtibmas.
Lebih lanjut disampaikan, dalam pelaksanaan Bimtek kepada KPPS dilakukan dengan baik sebagai upaya mencegah permasalahan pada saat hari pelaksanaan pemungutan suara yang dapat digunakan sebagai bahan permasalahan PSU Pilkada Nabire oleh oknum-oknum tertentu untuk menyerang lawan politik maupun pihak penyelenggara.
“Jangan sampai terjadi lagi petugas KPPS yang melakukan pencoblosan surat suara yang merupakan pelanggan Pilkada. Kita ingatkan kembali bahwa Kabupaten Nabire tidak ada sistem ikat atau noken,” tegasnya.
Lebih lanjut dikatakan Dir Intelkam Polda Papua, untuk daerah rawan dan merah harus sudah dipetakan serta diketahui akar permasalahannya. Selanjutnya segera dilakukan tindakan-tindakan kepolisian melibatkan semua fungsi. Dengan tujuan merubah warna daerah yang mana menjadi lebih aman dan kondusif jelang pelaksanaan PSU Pilkada Nabire. Namun apabila tetap rawan dapat dilakukan penambahan aparat keamanan berdasarkan pertimbangan keamanan.
“Pesan saya untuk dapat budayakan pertemuan baik di tingkat Polres hingga Polsek dengan tujuan mensukseskan pelaksanaan PSU Pilkada Nabire dan menciptakan kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan maupun aparat keamanan,” ujarnya.
Pertemuan turut dihadiri Kabag SDM Polres Nabire, Kompol Nunuk Haryono, Kabag Ops Polres Nabire, AKP Jeffri P. Tambunan, S.H., S.I.K, Kasat Intelkam Polres Nabire, I Made Sudarma, SH, Kasat Reskrim Polres Nabire, AKP Achmad Alfian, S.I.K, Kasat Lantas Polres Nabire, AKP L. G. Prawira Negara, S.I.P, S.I.K, Kasat Binmas Polres Nabire, Alfred Tatiratu, Kasat Sabhara Polres Nabire, IPTU Eko Purwanto, Waka Polsek Kota Nabire, AKP Yadang, para perwira Polres Nabire, Kanit Intelkam Polsek jajaran. (ist/ros)
Bagikan artikel ini



