NABIRE - Bertempat di kediaman Kepala Distrik Yaur, Kamis (23/4), telah dibahas pemasangan palang di ujung barat perbatasan antara pemerintah Kabupaten Nabire dan Kabupaten Teluk Wondama. Dalam pertemuan tersebut hadir sejumlah tokoh masyarakat Distrik Yaur, masyarakat dan juga sejumlah pemuda. Saat pertemuan itu, meminta agar Kepala Distrik Yaur, Polsek dan Koramil bersama masyarakat harus membuat kesepakatan pemalangan di ujung perbatasan bagian barat Nabire. Pada pertemuan tersebut Kepala Distrik Yaur sangat mendukung adanya rencana pembuatan palang di ujung perbatasan antara Kabupaten Nabire dan Kabupaten Teluk Wondama. Tetapi kepala distrik juga meminta agar palang yang akan dibangun itu harus dijaga. Sehingga palang yang akan dibangun itu dapat disertai dengan pembangunan pos jaga. Karena sikap masyarakat saat ini yang melintasi ruas jalan tersebut suka melawan. Sementara tujuan pemerintah guna memutuskan penyebaran Virus Corona demi keselamatan hajat hidup orang banyak. Karena semuanya menyangkut keselamatan orang banyak, maka kita tetap memasang palang. Dengan harapan masyarakat atau siapapun orangnya dari kabupaten tetangga tidak diizinkan masuk ke Kabupaten Nabire. Palang yang direncakan akan mulai dilaksanakan pada Jumat (24/4) ini akan langsung dipimpin Kepala Distrik Yaur, Kapolsek Yaur dan Dandramil Yaur.  Bersama sejumlah tokoh dan masyarakat guna memutuskan hubungan arus masuk orang atau masyarakat dari kabupaten tetangga. Kepala Distrik Yaur, Petrus Sadi, S.Ip, MAP secara tegas meminta dalam pemalangan ini masyarakat adat dari Distrik Yaur dan Distrik Teluk Umar harus mendukung kebijakan dan langkah yang diambil pemerintah Kabupaten Nabire guna memutuskan mata rantai penyebaran Virus Corona. Sementara bagi masyarakat adat bersama masyarakat Distrik Yaur yang ingin menjual hasil tangkapan ikan dan hasil bumi lainnya yang menggunakan transportasi darat dipersilakan. Tetapi harus melewati pos dan diwajibkan untuk melapor dan selalu menjaga kebersihan serta wajib menggunakan masker. (des)