NABIRE - Untuk memacu pengembangan pembangunan di daerah-daerah ini agar lebih mempercepat pertumbuhan perekonomian guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat, khususnya masyarakat pedesaan, sangat dibutuhkan adanya sarana transportasi seperti jalan untuk membuka isolasi daerah, yang mana dari jumlah kampung yang ada sebagian besarnya belum terhubung dengan sarana transportasi, baik darat, laut dan udara. Demikian dikatakan Bupati Kabupaten Nabire Isaias Douw, S.Sos.,MAP, dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Asisten III Setda Kabupaten Nabire, Pieter Erari, SE.,M.Si pada acara pembukaan Festival Budaya untuk Perdamaian Kabupaten Nabire, Senin (6/8), di Taman Gizi Oyehe yang dihadiri langsung Direktorat Jenderal (Dirjen) Pembangunan Daerah Pasca Konflik Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal Dan Transmigrasi Republik Indonesia. Kata Bupati, untuk menjawab permasalahan ini, Pemerintah Kabupaten Nabire memohon kiranya dapat dilanjutkan dengan pemekaran wilayah, yakni Provinsi Papua Tengah, distrik dan sejumlah kampung. Karena, dengan demikian akan  memberikan peluang yang lebih luas untuk pengembangan pembangunan di wilayah tengah Papua kedepan.“Sesuai dengan visi dan misi pembangunan, Pemerintah Kabupaten Nabire secara bertahap dan berkelanjutan, akan terus membangun daerah-daerah yang minim infrastruktur,”tutur bupati. Dimana, strategi pembangunan yang dilakukan adalah membangun dari kampung ke kota yang  dilatarbelakangi karena sebagian besar warga masyarakat berada di kampung-kampung, sedangkan pendekatan pembangunan yang dilakukan adalah dengan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat,  antara lain, sandang-pangan, air bersih, listrik, dan perumahan. “Nabire sebagai Indonesia kecil yang dihuni oleh berbagai suku dan bangsa, selain terus-menerus mengupayakan pembangunan di segala bidang, kami juga terus mengutamakan stabilitas keamanan sebagai program prioritas. Karena, kami sadari bahwa semua aspek pembangunan akan berjalan normal apabila kondisi keamanan daerah stabil,” terangnya.  (cad)