Otis Monei: Sidang Sinode GBI di Bogor Tak Ada Kaitan Masalah Rasisme
NABIRE - Menanggapi isue yang beredar dan berkembang yang menyebutkan ada sejumlah Pendeta Gereja Bethel Indonesia (GBI) dari Nabire - Papua
Bagikan
NABIRE - Menanggapi isue yang beredar dan berkembang yang menyebutkan ada sejumlah Pendeta Gereja Bethel Indonesia (GBI) dari Nabire - Papua, usai mengikuti kegiatan di Bogor dan ke Jakarta untuk bertemu dengan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa terkait rasisme yang terjadi dan dialami mahasiswa Papua itu tidak benar dan berita bohong alias hoaks.Hal ini seperti jelas Otis Monei, S.Sos.,M.Si, yang salah satu perwakilan pendeta atau gembala GBI Nabire yang mengikuti kegiatan Sidang Sinode Gereja Bethel Indonesia (GBI) di Sentul Bogor, Jawa Barat, yang dilaksanakan sejak tanggal 24 hingga 31 Agustus 2019 kemarin.Otis Monei menegaskan, kegiatan para gembala GBI yang mengikuti Sidang Sinode di Sentul Bogor, Jawa Barat yang dilaksanakan dari 24 -31 Agustus 2019 kemarin itu murni menyangkut gereja, tidak ada kaitannya dengan persoalan rasisme yang terjadi di Jawa dan isu yang berkembang akhir-akhir ini. Lanjutnya, kami saat ini ingin meluruskan dan klarifikasi isue yang beredar menyebutkan kami para pendeta GBI, yang mengikuti Sidang Sinode GBI di Bogor tidak ada hubungannya dengan masalah atau pertemuan dengan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indah Parawansa, karena kegiatan kami juga bukan di Jatim, melainkan di Jabar.Diakui Otis Monei, dirinya saat ini bersama para pendeta GBI lainnya ke Jakarta untuk urusan atau tambahan kegiatan lain dalam keikutsertaan di Sidang Sinode GBI di Bogor tersebut, jadi bukan mau ketemu Gubernur Jawa Timur menyangkut masalah rasisme yang dialami para mahasiswa Papua di asrama mahasiswa yang diberitakan sebelumnya. “Saya mengklarifikasi kembali soal isue di Nabire terkait dengan kegiatan para pendeta GBI se Indonesia bahkan dari luar negeri yang berlangsung di Bogor tanggal 24-31 Agustus 2019. Dimana isue yang beredar bahwa kami para pendeta ke Jakarta ingin bertemu dengan Gubernur Jawa Timur terkait dengan persoalan yang belakang ini hangat dibicarakan dan terjadi sebelumnya di Surabaya. Untuk itu dengan tegas, saya menyampaikan bahwa kegiatan Sidang Sinode GBI di Bogor itu tidak ada hubungan sama sekali dengan persoalan yang terjadi di Jawa Timur, kami ada di Jawa Barat dan kegiatan atau persoalan itu terjadi di Surabaya. Ini perlu diketahui bahwa kami yang hadir ini bukan hanya Pendeta GBI di Nabire saja yang hadir, melainkan seluruh Indonesia bahkan luar negeri,” jelasnya. Jadi berita atau informasi yang menyebutkan kami ada bertemu dengan Gubernur Khofifah itu adalah berita bohong alias Hoaks. Karena tidak ada hubungannya, ini yang kami laksanakan masalah gereja tidak ada korelasinya menyangkut masalah rasisme yang sedang berkembang.Ditambahkan Otis, sebelum kami ke Jakarta, pada 13-15 Agustus 2019 juga dilaksanakan kegiatan di Solo Jawa Tengah, yang diikuti seluruh pendeta wanita GBI Indonesia untuk mengikuti Kongres Wanita Bethel di Solo, jadi yang di Solo itu bukan kami bapak-bapak gembala GBI se Indonesia bahkan luar negeri, melainkan ibu-ibu dari GBI se Indonesia, sehingga ada dua kegiatan dengan waktu yang berbeda. “Jadi intinya kegiatan dimaksud itu tidak ada kaitannya dengan rasisme, ini urusan gereja sehingga kepada masyarakat Nabire ketika ada informasi yang menyebutkan tadi, itu tidak benar atau hoax. Kami pastikan kami tidak mengurusi menyangkut rasisme, tapi untuk urusan gereja,” pungkasnya.Untuk itu, Otis Monei menambahkan pula, mewakili Suku Wate dirinya mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan melakukan aktifitas seperti biasa serta kita buat Nabire aman buat kita semua. Jangan terpengaruh dengan isu-isu yang tidak bertanggung jawab dan tetap menjaga kedamaian Nabire khususnya dan Papua pada umumnya.(wan)
Bagikan artikel ini



