DOGIYAI – Wakil Bupati Kabupaten Dogiyai Oskar Makai, SH, dalam apel gabungan hari Senin lalu mengumumkan untuk bendahara setiap organisasi perangkat daerah (OPD), untuk tidak membayarkan kinerja bagi pejabat dan aparatur sipil negara (ASN) atau pegawai. “Semua kepala dinas dan pegawai yang tidak ikut apel bersama pada hari Senin tanggal 26 Agustus 2019 lantaran adanya edaran selebaran demo damai alasan takut pejabat Dogiyai pegawai turun di Nabire. Ini semua uang atau tunjangan kinerjanya ditahan,” kata Wakil Bupati Dogiyai.Oskar Makai menjelaskan, setelah pleno pengumuman KPU Dogiyai dewan terpilih dan aksi warga masyarakat Dogiyai, sejumlah kantor pada kesempatan itu pegawai turun ke Nabire. Jadi dengan alasan kantornya dipalang dan pegawai tidak bekerja, maka dirinya (Wabup Dogiyai) marah dan sebagai sangsinya, yang tidak masuk kantor dan tidak ikut apel, tunjungan kinerjanya ditahan. Pada kesempatan itu, wakil bupati juga menyampaikan kepada pegawai untuk memberikan teladan. Pegawai tidak untuk provokasi kepada masyarakat, setiap Senin ada jadwal apel gabungan sudah ditetapkan dalam keputusan bersama. Pegawai diminta untuk jaga komitmen bersama, sehingga kedepan tidak boleh terjadi seperti itu. Hal itu menjadi catatan penting kepada para staf ahli, asisten dan pimpinan OPD, maka wakil bupati sampaikan kepada masing–masing bendahara untuk tidak dibayar kinerja dan untuk sementara ditahan tunggu sampai ada perintah untuk dibayar.“Dalam kondisi alasan apapun pegawai harus masuk kantor menjalankan tugas. Taat kepada aturan, disiplin, memberikan pelayanan kepada masyarakat. Jaga kepercayaan dari masyarakat,” tegasnya.Kantor Bupati Dogiyai sebagai pusat pelayanan adminstrasi pemerintah dalam pemerintahan, sehingga pada kesempatan itu wakil bupati kembali sampaikan kepada para Kabag, asisten, staf ahli, honorariun atau tenaga kontrak yang bekerja di Kantor Bupati Dogiyai, harus mencermati dan mewaspadai kejadian yang tidak diinginkan bersama.(don)